GORONTALOPOST -Fenomena mata yang sering kedutan kerap dianggap sepele oleh sebagian orang. Namun, kondisi ini ternyata bisa menjadi sinyal tubuh sedang mengalami tekanan, terutama terkait dengan stres yang tidak disadari.
Kedutan pada mata, khususnya di bagian kelopak, dalam dunia medis dikenal sebagai myokymia. Meski umumnya tidak berbahaya, kedutan yang terjadi berulang kali bisa menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan istirahat atau sedang mengalami kelelahan mental.
Para ahli menjelaskan, stres dapat memicu ketegangan pada otot, termasuk otot kecil di sekitar mata. Ketika seseorang berada dalam tekanan, sistem saraf menjadi lebih sensitif sehingga memicu kontraksi otot secara tidak sadar. Akibatnya, mata terasa berkedut secara tiba-tiba dan berulang.
Selain stres, beberapa faktor lain juga bisa memperparah kondisi ini, seperti kurang tidur, konsumsi kafein berlebihan, serta penggunaan gadget dalam waktu lama. Paparan layar yang terus-menerus dapat membuat mata cepat lelah dan memperbesar kemungkinan terjadinya kedutan.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak langsung panik. Kedutan pada mata biasanya akan mereda dengan sendirinya jika pemicunya dapat diatasi. Mengatur waktu istirahat, mengurangi stres, serta menjaga pola hidup sehat menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan.
Namun, jika kedutan berlangsung dalam waktu lama, disertai dengan gejala lain seperti mata sulit dibuka atau terjadi pada bagian wajah lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis.
Dengan memahami sinyal-sinyal kecil dari tubuh, termasuk mata yang sering kedutan, masyarakat diharapkan lebih peka terhadap kondisi kesehatan, baik fisik maupun mental. Hal ini penting agar gangguan ringan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.(antara)
Editor : Nur Fadilah