Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Petugas Kurban Diminta Waspadai Risiko Infeksi Kulit Saat Penyembelihan Hewan

Nur Fadilah • Jumat, 22 Mei 2026 | 11:53 WIB
Arsip Foto - Pekerja memotong daging kurban sapi di UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Bayur, Kota Tangerang, Banten, Jumat (6/6/2025). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym/am.
Arsip Foto - Pekerja memotong daging kurban sapi di UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Bayur, Kota Tangerang, Banten, Jumat (6/6/2025). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym/am.

 
GORONTALOPOST
-Menjelang Hari Raya Idul Adha, kesehatan dan keselamatan para petugas penyembelihan hewan kurban menjadi perhatian penting.

Aktivitas menyembelih hingga memotong daging hewan ternyata memiliki risiko terhadap kesehatan kulit jika tidak dilakukan dengan perlindungan yang tepat.

Dermatolog Arini Astasari Widodo mengingatkan agar para petugas kurban menggunakan alat pelindung diri guna mencegah iritasi kulit hingga risiko infeksi.

Ia menyarankan penggunaan sarung tangan tahan air, sepatu bot, pakaian berlengan panjang, serta menghindari kontak langsung antara kulit dengan darah maupun cairan tubuh hewan.

“Jika ada luka kecil di tangan sebaiknya ditutup terlebih dahulu dengan plester tahan air sebelum bekerja,” ujarnya.

Menurutnya, paparan darah, kotoran, dan cairan hewan dapat memicu berbagai gangguan kulit. Bila kebersihan tidak dijaga dengan baik, risiko infeksi bakteri seperti impetigo, selulitis, folikulitis, hingga abses kulit bisa meningkat.

Selain itu, ada pula ancaman zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama ketika seseorang memiliki luka terbuka pada kulit. Risiko tersebut semakin tinggi pada lingkungan yang lembab dan kurang higienis.

Untuk meningkatkan perlindungan, dr. Arini menganjurkan para petugas penyembelihan hewan kurban melakukan vaksinasi tetanus sebelum bertugas. Ia juga mengingatkan agar petugas tidak menyentuh wajah, mata, atau mulut saat bekerja demi mengurangi potensi penularan infeksi.

Setelah proses penyembelihan selesai, kebersihan tubuh harus segera dijaga. Petugas disarankan langsung mencuci tangan dan membersihkan bagian tubuh yang terkena darah atau kotoran hewan.

Jika kulit mengalami iritasi, area yang terdampak sebaiknya segera dicuci menggunakan air mengalir dan sabun lembut selama beberapa menit. Setelah itu, kulit dikeringkan dan diberikan pelembap untuk membantu meredakan iritasi.

“Bila iritasi disertai kemerahan, gatal, atau rasa perih yang cukup berat, dapat diberikan krim anti-inflamasi ringan sesuai anjuran dokter,” jelasnya.

Sementara itu, apabila terjadi luka akibat sayatan pisau, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menekan area luka menggunakan kasa atau kain bersih untuk menghentikan pendarahan. Luka kemudian dibersihkan dengan air mengalir dan antiseptik ringan sebelum ditutup menggunakan perban steril.

Namun, jika luka cukup dalam, perdarahan sulit berhenti, atau muncul tanda-tanda infeksi seperti bengkak, nanah, nyeri hebat, hingga demam, maka penderita dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Imbauan ini menjadi pengingat bahwa pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya membutuhkan ketelitian dalam proses penyembelihan, tetapi juga kesadaran menjaga kesehatan diri agar tetap aman selama menjalankan tugas.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#kiat cegah infeksi #masalah kesehatan kulit