Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Ponsel Lipat Pertama Apple Segera Hadir, Fokus pada Kualitas Ketimbang Banyak Warna

Nur Fadilah • Rabu, 3 Juni 2026 | 09:09 WIB
Pramuniaga menunjukkan emas batangan di sebuah gerai penjualan emas di Malang, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/YU/am.
Pramuniaga menunjukkan emas batangan di sebuah gerai penjualan emas di Malang, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/YU/am.

 
GORONTALOPOST
-Apple kembali menjadi sorotan setelah bocoran terbaru mengungkap sejumlah detail mengenai ponsel lipat pertamanya yang disebut-sebut akan bernama iPhone Ultra.

Perangkat premium ini dikabarkan bakal meluncur pada September mendatang dengan pilihan warna yang sangat terbatas, berbeda dari strategi yang selama ini diterapkan pada lini iPhone reguler.

Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh pembocor teknologi asal China, Ice Universe, melalui unggahannya di platform Weibo. Ia membagikan gambar yang diklaim memperlihatkan iPhone Ultra dalam balutan warna putih.

Meski gambar tersebut diduga hanya menampilkan unit tiruan, bocoran itu semakin memperkuat kabar bahwa ponsel lipat pertama Apple telah memasuki tahap produksi massal.

Sejauh ini, warna putih menjadi satu-satunya pilihan yang disebut telah terkonfirmasi. Namun, laporan lain dari rantai pasokan yang dikutip Macworld mengindikasikan Apple juga tengah menyiapkan opsi warna kedua berupa biru indigo, warna yang disebut mirip dengan varian Deep Blue pada iPhone 17 Pro.

Jika bocoran tersebut akurat, maka iPhone Ultra hanya akan tersedia dalam dua pilihan warna saat peluncuran. Langkah ini mengingatkan pada strategi Apple saat memperkenalkan iPhone X pada 2017, yang hanya hadir dalam pilihan Silver dan Space Gray.

Keputusan menghadirkan sedikit pilihan warna diyakini bukan tanpa alasan. Produksi perangkat lipat memiliki tingkat kerumitan yang jauh lebih tinggi dibandingkan smartphone konvensional. Menambah varian warna berarti menambah kompleksitas rantai produksi sekaligus meningkatkan biaya manufaktur.

Analis industri teknologi Ming-Chi Kuo bahkan sebelumnya memperingatkan bahwa tantangan produksi masih berpotensi membatasi pasokan iPhone lipat hingga akhir 2026. Dengan kondisi tersebut, Apple diperkirakan lebih memilih fokus menjaga kualitas dan ketersediaan produk ketimbang memperluas variasi warna.

Selain faktor produksi, harga juga menjadi pertimbangan penting. iPhone Ultra diperkirakan akan dibanderol lebih dari 2.000 dolar AS atau sekitar Rp35 juta. Pada segmen premium seperti ini, warna perangkat dianggap bukan faktor utama yang menentukan keputusan pembelian konsumen.

Jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, juga pernah mengungkapkan bahwa Apple kemungkinan tetap mempertahankan warna-warna klasik seperti hitam atau abu-abu serta putih atau perak untuk perangkat lipat pertamanya. Strategi tersebut dinilai lebih sesuai dengan citra eksklusif yang ingin dibangun perusahaan.

Bila tidak ada perubahan jadwal, iPhone Ultra akan diperkenalkan pada September mendatang bersamaan dengan peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.

Kehadiran perangkat ini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan karena menandai langkah pertama Apple memasuki pasar smartphone lipat yang selama beberapa tahun terakhir didominasi oleh sejumlah produsen Android.(antara)

 

Editor : Nur Fadilah
#iphone ultra #ponsel lipat #smartphone