Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Bukan Karena AC, Ini Alasan Tubuh Sering Pegal dan Kaku Saat Bekerja di Kantor

Nur Fadilah • Rabu, 17 Juni 2026 | 11:20 WIB
Ilustrasi seseorang bekerja di ruangan dengan penyejuk udara. ANTARA/HO-Pixabay
Ilustrasi seseorang bekerja di ruangan dengan penyejuk udara. ANTARA/HO-Pixabay

 
GORONTALOPOST
-Banyak orang kerap menyalahkan pendingin ruangan (AC) ketika tubuh mulai terasa pegal, leher kaku, nyeri punggung, atau sendi terasa tidak nyaman setelah seharian bekerja di kantor. Namun, menurut para ahli ortopedi, penyebab utama keluhan tersebut ternyata bukanlah AC itu sendiri.

Ketua sekaligus ahli bedah ortopedi di Welcare Hospital, Dr. Bharat S. Mody, menjelaskan bahwa AC tidak menyebabkan radang sendi maupun kerusakan tulang secara langsung. Keluhan yang sering muncul justru lebih banyak dipicu oleh kebiasaan duduk terlalu lama dan minim aktivitas fisik saat berada di dalam ruangan berpendingin udara.

"AC tidak secara langsung menyebabkan arthritis atau degenerasi tulang. Namun, kebiasaan sedentari di dalam ruangan yang sering menyertai penggunaan AC berlebihan dapat memperburuk kekakuan dan ketidaknyamanan otot," ujar Mody, seperti dikutip dari Hindustan Times.

Menurutnya, banyak pekerja menghabiskan waktu antara delapan hingga sepuluh jam setiap hari di ruangan ber-AC dengan posisi duduk yang kurang ideal. Kondisi tersebut dapat memicu ketegangan otot, kekakuan tubuh, hingga keluhan pada persendian.

Meski tidak menjadi penyebab utama, suhu dingin memang dapat memberikan efek tertentu pada tubuh. Udara dingin dapat membuat otot menegang sementara, mengurangi fleksibilitas, dan memperlambat sirkulasi darah. Akibatnya, rasa pegal dan nyeri lebih mudah muncul, terutama pada mereka yang sudah memiliki masalah sendi atau nyeri kronis sebelumnya.

Kelompok yang paling rentan mengalami keluhan ini antara lain penderita osteoartritis, spondilosis servikal, frozen shoulder, nyeri punggung bawah, serta orang yang pernah mengalami cedera pada otot atau persendian. Lansia juga lebih sering merasakan nyeri ketika berada di ruangan ber-AC karena massa otot yang berkurang dan kondisi persendian yang mengalami proses degeneratif.

Namun, Mody menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa AC dapat menyebabkan osteoporosis atau membuat tulang menjadi rapuh.

Yang justru perlu diwaspadai adalah gaya hidup yang sering menyertai aktivitas di dalam ruangan, seperti kurang bergerak, minim paparan sinar matahari, dan kurang mengonsumsi air putih. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin D yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang.

"Kekurangan vitamin D masih banyak ditemukan pada masyarakat perkotaan yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan dan jarang terpapar sinar matahari," jelasnya.

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium secara optimal. Jika tubuh kekurangan vitamin D, seseorang dapat mengalami kelemahan otot, mudah lelah, nyeri tulang, hingga peningkatan risiko patah tulang pada kondisi yang lebih serius.

Mody juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan berbagai gejala yang muncul berulang, seperti leher dan punggung yang terus terasa kaku, nyeri lutut setelah duduk lama, bahu tegang, kram otot, kesemutan pada tangan, tubuh pegal saat bangun tidur, hingga rasa lelah yang berkepanjangan.

Gejala tersebut bisa menjadi sinyal adanya masalah postur tubuh, ketegangan otot, kekurangan vitamin D, atau gangguan persendian tahap awal.

Untuk mencegah keluhan tersebut, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana, seperti mengatur suhu AC pada kisaran 24–26 derajat Celsius, menghindari hembusan udara dingin langsung ke tubuh, berdiri dan berjalan setiap 30–45 menit, menjaga kecukupan cairan, menggunakan kursi ergonomis, serta rutin berolahraga dan mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup.

Dengan menerapkan kebiasaan sehat tersebut, bekerja atau beraktivitas seharian di ruangan ber-AC tidak lagi menjadi ancaman bagi kesehatan otot dan sendi.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#sebab badan pegal AC #nyeri sendi