Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Nyeri Pinggang Tak Kunjung Hilang? Waspadai Gangguan Saraf Tulang Belakang

Nur Fadilah • Jumat, 19 Juni 2026 | 08:29 WIB
Ilustrasi - Nyeri punggung. (ANTARA/HO-freepik.com)
Ilustrasi - Nyeri punggung. (ANTARA/HO-freepik.com)

 
GORONTALOPOST
-Banyak orang menganggap nyeri pinggang sebagai keluhan biasa akibat kelelahan atau aktivitas yang terlalu berat. Namun, jika rasa sakit tersebut mulai menjalar hingga ke kaki, bahkan ke kedua tungkai, kondisi itu patut diwaspadai karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saraf tulang belakang.

Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Latsarizul Alfariq Senja Belantara, Sp.OT, mengingatkan bahwa nyeri pinggang yang menyebar hingga ke kaki tidak selalu sekadar masalah otot atau tulang belakang biasa. Gejala tersebut dapat mengindikasikan adanya saraf yang terjepit atau terganggu fungsinya.

Menurut Alfariq, ketika nyeri menjalar ke satu atau bahkan kedua tungkai, kemungkinan besar terdapat tekanan pada saraf di tulang belakang. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius karena saraf yang terjepit dapat memengaruhi kemampuan gerak dan fungsi tubuh secara keseluruhan.

Keluhan nyeri yang menjalar ke kaki memang sering dikaitkan dengan gangguan saraf tulang belakang, terutama jika disertai kesemutan, kebas, atau kelemahan otot. Pada beberapa kasus, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi lebih serius apabila tidak segera ditangani.

Alfariq menjelaskan, risiko terbesar dari saraf yang terjepit bukan hanya rasa sakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika tekanan terhadap saraf berlangsung dalam waktu lama, fungsi saraf dapat mengalami kerusakan yang berujung pada gangguan gerak hingga kelumpuhan.

Selain nyeri yang menjalar ke kaki, masyarakat juga perlu waspada apabila rasa sakit di pinggang terasa sangat berat dan tidak kunjung membaik meski sudah beristirahat. Kondisi tersebut bisa menjadi sinyal adanya masalah yang lebih serius pada struktur tulang belakang atau saraf.

Dalam dunia medis, nyeri pada punggung bawah dikenal sebagai low back pain. Kondisi ini berbeda dengan cedera tulang belakang yang merupakan istilah umum untuk berbagai cedera pada struktur tulang belakang, baik di area leher, punggung, maupun pinggang.

Untuk kasus low back pain, langkah awal yang dianjurkan adalah mengurangi atau menghentikan gerakan yang memicu rasa nyeri. Pasien disarankan mempertahankan posisi tubuh yang paling nyaman serta dapat dibantu dengan penggunaan obat pereda nyeri sesuai anjuran tenaga medis.

Namun, apabila keluhan tidak kunjung membaik atau terus berulang, pemeriksaan ke dokter ortopedi menjadi langkah yang penting. Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu memastikan apakah nyeri tersebut hanya disebabkan oleh gangguan otot dan sendi atau sudah melibatkan saraf tulang belakang. Pemeriksaan seperti MRI sering digunakan untuk mengetahui apakah terdapat tekanan pada saraf atau gangguan pada bantalan tulang belakang.

Sementara itu, pada kasus cedera tulang belakang akibat benturan keras, kecelakaan lalu lintas, atau cedera olahraga, penanganan medis harus dilakukan sesegera mungkin. Dokter perlu memastikan tidak terjadi patah tulang belakang yang dapat menekan saraf dan mengancam fungsi tubuh.

“Yang paling dikhawatirkan adalah apabila terjadi patah tulang di bagian tulang belakang yang memengaruhi fungsi saraf. Ini merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan segera,” kata Alfariq.

Karena itu, jangan mengabaikan nyeri pinggang yang terus berlanjut, terutama bila mulai menjalar ke kaki atau disertai kesemutan dan kelemahan otot. Penanganan sejak dini dapat mencegah kerusakan saraf yang lebih berat dan menjaga kualitas hidup tetap optimal.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#gejala #nyeri pinggang