Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

8 Kebiasaan yang Membuat Anda Terlihat Lebih Berwibawa

Priska Watung • Senin, 29 Juni 2026 | 20:34 WIB
ilustrasi foto
ilustrasi foto

 

GORONTALOPOST- Tampil berkelas ternyata tidak selalu ditentukan oleh pakaian mahal, jabatan tinggi, atau gaya hidup mewah. Menurut psikologi, kesan elegan justru lebih banyak dibentuk oleh kebiasaan sehari-hari dan cara seseorang memperlakukan orang lain.

Dikutip dari Expert Editor, Minggu (28/6), ada delapan kebiasaan sederhana yang dapat membuat seseorang tampak lebih berwibawa, dewasa, dan dihormati di depan umum.

1. Berbicara dengan tenang dan penuh keyakinan

Orang yang benar-benar percaya diri tidak merasa perlu menjadi sosok paling berisik di dalam ruangan. Psikologi komunikasi menunjukkan bahwa suara yang tenang, jelas, dan stabil lebih sering dikaitkan dengan kompetensi, kecerdasan emosional, serta rasa percaya diri.

Sebaliknya, berbicara terlalu keras terkadang mencerminkan kebutuhan untuk mencari perhatian atau validasi dari orang lain. Mereka yang berkelas cenderung berbicara santai, tidak memotong pembicaraan, dan memberi kesempatan lawan bicara untuk menyampaikan pendapatnya.

2. Memberikan perhatian penuh saat mendengarkan

Di tengah kebiasaan masyarakat yang sulit lepas dari ponsel, kemampuan mendengarkan dengan sungguh-sungguh menjadi nilai yang semakin langka.

Psikologi sosial menyebut bahwa setiap orang ingin merasa didengar dan dihargai. Karena itu, orang yang berkelas akan fokus pada lawan bicara, menjaga kontak mata secara alami, serta tidak sibuk memeriksa notifikasi atau menyiapkan jawaban sebelum orang lain selesai berbicara.

Sikap sederhana ini mampu menciptakan kesan hangat sekaligus menunjukkan rasa hormat.

3. Tidak memaksakan diri untuk selalu menang dalam perdebatan

Banyak orang menganggap memenangkan argumen sebagai bukti kecerdasan. Namun, psikologi justru menunjukkan bahwa individu yang memiliki rasa aman terhadap dirinya sendiri tidak merasa harus selalu menjadi pihak yang benar.

Mereka lebih memilih berdiskusi untuk mencari solusi daripada sekadar memenangkan perdebatan. Kemampuan menerima sudut pandang orang lain menjadi tanda kedewasaan emosional sekaligus kepercayaan diri yang sehat.

4. Tetap tenang saat menghadapi situasi yang menjengkelkan

Menghadapi pelayanan yang buruk, antrean panjang, atau kesalahan orang lain merupakan situasi yang bisa dialami siapa saja. Perbedaannya terletak pada cara seseorang merespons.

Psikologi regulasi emosi menjelaskan bahwa kemampuan mengendalikan reaksi merupakan salah satu indikator kedewasaan emosional. Orang yang berkelas menyampaikan keberatan dengan sopan dan tegas tanpa harus meninggikan suara atau mempermalukan orang lain.

Mereka memahami bahwa kehilangan kendali justru dapat merusak citra diri.

5. Menghormati semua orang tanpa memandang status

Karakter seseorang sering kali terlihat dari cara ia memperlakukan orang-orang yang tidak dapat memberinya keuntungan.

Baik kepada petugas keamanan, pelayan restoran, petugas kebersihan, maupun sopir, orang yang berkelas tetap menunjukkan sikap hormat yang sama. Dalam psikologi, perilaku ini dikenal sebagai bentuk empati dan orientasi prososial, yaitu kecenderungan untuk menghargai serta membantu sesama tanpa membeda-bedakan.

6. Tidak gemar memamerkan pencapaian

Percaya diri berbeda dengan kebiasaan terus-menerus membanggakan diri sendiri.

Psikologi mengenal istilah self-enhancement, yaitu kecenderungan seseorang membesar-besarkan pencapaiannya demi memperoleh pengakuan. Sebaliknya, orang yang benar-benar kompeten lebih memilih menunjukkan kualitas melalui tindakan.

Ketika ditanya mengenai prestasi yang dimiliki, mereka menjawab dengan rendah hati tanpa meremehkan maupun melebih-lebihkan pencapaiannya.

7. Menampilkan bahasa tubuh yang santai dan terbuka

Komunikasi nonverbal memiliki pengaruh besar terhadap kesan pertama.

Postur tubuh yang tegak, bahu rileks, senyum alami, serta gerakan tangan yang wajar menciptakan kesan percaya diri sekaligus ramah. Sebaliknya, gerakan yang gelisah, sering menoleh tanpa fokus, atau terus-menerus menyilangkan tangan dapat memberikan kesan tidak nyaman atau defensif.

Psikologi menunjukkan bahwa bahasa tubuh yang positif sering kali membuat orang merasa nyaman bahkan sebelum percakapan dimulai.

8. Mengucapkan terima kasih dan meminta maaf dengan tulus

Dua kalimat sederhana ini menjadi penanda karakter yang kuat.

Orang yang berkelas tidak menganggap ucapan "terima kasih" sebagai formalitas semata. Mereka menghargai setiap bantuan, sekecil apa pun bentuknya. Begitu pula ketika melakukan kesalahan, mereka tidak ragu mengucapkan "maaf" dengan tulus tanpa mencari alasan untuk membenarkan diri.

Kebiasaan sederhana tersebut menunjukkan kerendahan hati, rasa hormat, dan kematangan emosional yang pada akhirnya membuat seseorang lebih disegani di lingkungan sosial.

Editor : Priska Watung
#psikologi #mental health #Lifestyle #gaya hidup #MentalAwareness