Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Kerontokan Rambut Berlebihan? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Nur Fadilah • Kamis, 2 Juli 2026 | 11:50 WIB
Ilustrasi rambut rontok. (ANTARA/Pixabay)
Ilustrasi rambut rontok. (ANTARA/Pixabay)

GORONTALOPOST -Rambut rontok sering dianggap masalah sepele. Padahal, dalam kondisi tertentu, kerontokan bisa menjadi sinyal bahwa rambut membutuhkan perawatan lebih serius.

Dokter Bedah Transplantasi Rambut sekaligus pendiri Crown, Dr. Mayank Singh, mengungkapkan cara membedakan kerontokan yang masih normal dengan yang perlu mendapat perhatian medis.

Menurut laporan Hindustan Times yang dikutip Selasa (30/6), kerontokan berlebihan dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti sakit, diet ketat secara mendadak, pola makan yang buruk, perubahan hormon, hingga efek samping obat tertentu.

“Pada kondisi seperti ini, banyak helai rambut masuk ke fase istirahat atau dorman lebih cepat dari biasanya. Kabar baiknya, folikel rambut umumnya masih hidup sehingga rambut berpeluang tumbuh kembali setelah penyebab utamanya diatasi,” jelas Singh.

Ia menyarankan masyarakat memperbaiki pola makan, memenuhi kebutuhan nutrisi, mengelola stres, serta merawat kulit kepala dengan lembut untuk membantu memulihkan pertumbuhan rambut.

Waspadai Jika Berlangsung Lebih dari Tiga Bulan

Namun, Singh mengingatkan bahwa kerontokan yang terus terjadi selama lebih dari tiga bulan, terutama bila ada riwayat dalam keluarga, bisa mengarah pada kebotakan akibat faktor genetik.

Kondisi ini umum dialami pria maupun wanita seiring bertambahnya usia. Pada pria, pola kebotakan genetik bahkan dialami oleh sekitar separuh pria berusia di atas 50 tahun.

Jangan Asal Ikut Tren Produk Rambut

Di era media sosial, banyak orang tergoda mencoba berbagai serum, vitamin kunyah, pil penumbuh rambut, hingga sampo mahal tanpa pemeriksaan medis yang jelas.

Beragam produk tersebut umumnya mengandung bahan seperti ekstrak tumbuhan, kafein, minyak rosemary, peptida, atau faktor pertumbuhan sintetis.

“Tidak semua solusi bekerja dengan cara yang sama. Sekitar setengahnya mungkin membantu memperlambat kerontokan dan membuat rambut tampak lebih baik,” kata Singh.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa sebagian besar produk tidak mampu mengaktifkan kembali akar rambut yang sudah tidak aktif. Popularitas suatu produk juga tidak menjamin hasil yang sama pada setiap orang.

“Rambut yang sudah menipis biasanya tidak akan menjadi lebih lebat hanya dengan produk-produk tersebut,” ujarnya.

Terapi Laser Jadi Salah Satu Pilihan

Singh menambahkan, salah satu metode yang kini banyak mendapat perhatian adalah terapi laser tingkat rendah (low-level laser therapy). Namun, terapi ini dinilai paling efektif bila dikombinasikan dengan penanganan standar seperti penggunaan minoxidil sesuai anjuran dokter.

Kapan sebaiknya memeriksakan diri?

Intinya: Tidak semua rambut rontok berbahaya. Namun, jika kerontokan berlangsung lama dan semakin parah, pemeriksaan medis lebih penting daripada sekadar mencoba berbagai produk yang sedang viral.(antara)



Editor : Nur Fadilah
#rambut rontok #kesehatan rambut