Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Penderita Diabetes Boleh Makan Ceri? Ini Fakta yang Perlu Diketahui

Nur Fadilah • Selasa, 7 Juli 2026 | 11:04 WIB
Ilustrasi - Buah ceri. (Pixabay)
Ilustrasi - Buah ceri. (Pixabay)

GORONTALOPOST-Banyak orang menghindari buah-buahan manis karena khawatir dapat memicu lonjakan gula darah. Namun, anggapan tersebut ternyata tidak selalu benar. Salah satu contohnya adalah buah ceri yang justru dinilai aman dikonsumsi oleh penderita pra-diabetes maupun diabetes jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.

Ahli gizi Brittany Poulson, M.D.A., RDN, CDCES mengatakan bahwa buah ceri dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi individu dengan kondisi pra-diabetes maupun diabetes. Menurut laporan Eating Well pada Minggu (4/7), ceri termasuk buah dengan indeks glikemik rendah sehingga tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara drastis setelah dikonsumsi.

"Banyak orang berasumsi bahwa buah-buahan yang rasanya manis akan menyebabkan lonjakan gula darah yang besar, tapi ceri sebenarnya dianggap sebagai buah dengan indeks glikemik rendah, sebagian berkat serat, kandungan air, dan senyawa tumbuhan alami yang terkandung di dalamnya," kata dia.

Pendapat senada disampaikan ahli gizi olahraga Val Warner, M.S., RD, CSSD, CPT. Menurutnya, ceri memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga dampaknya terhadap kadar gula darah lebih kecil dibandingkan dengan banyak sumber karbohidrat lainnya.

"Anda mendapatkan semua rasa manis dan nutrisi tanpa fluktuasi gula darah yang drastis," katanya.

Selain memiliki rasa yang manis dan menyegarkan, buah ceri juga kaya akan nutrisi. Dalam satu cangkir ceri yang masih berbiji terkandung sekitar 22 gram karbohidrat, termasuk 18 gram gula alami dan sekitar 3 gram serat.

Tak hanya itu, ceri juga mengandung berbagai antioksidan penting seperti antosianin, polifenol, vitamin C, dan beta-karoten yang memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan tubuh.

Ahli gizi Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES, CDN menjelaskan bahwa kandungan serat dan polifenol alami dalam ceri berperan memperlambat proses pencernaan dan penyerapan glukosa, sehingga kenaikan kadar gula darah setelah makan berlangsung lebih bertahap.

Sementara itu, Warner menambahkan bahwa antosianin yang terdapat pada buah ceri berdasarkan hasil penelitian berpotensi membantu meningkatkan sensitivitas insulin sekaligus mengurangi peradangan. Kedua hal tersebut merupakan faktor penting dalam menjaga kestabilan kadar gula darah.

Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan pentingnya mengontrol porsi konsumsi. Mengonsumsi ceri secara berlebihan tetap dapat meningkatkan asupan gula dan karbohidrat.

"Batasi porsi antara setengah hingga satu cangkir untuk menjaga beban karbohidrat tetap rendah," kata Routhenstein.

Warner juga mengingatkan bahwa mengonsumsi ceri melebihi jumlah tersebut dapat meningkatkan beban gula meskipun buah ini memiliki indeks glikemik rendah.

"Lebih dari itu, beban gula mulai bertambah, bahkan dengan buah yang memiliki indeks glikemik rendah," Warner menambahkan.

Selain memperhatikan jumlahnya, para ahli juga menyarankan memilih ceri utuh, baik dalam kondisi segar maupun beku, dibandingkan jus ceri atau ceri kering dalam bentuk konsentrat. Ceri utuh memberikan rasa kenyang lebih lama karena volumenya lebih besar serta mengandung karbohidrat lebih sedikit per porsi dibandingkan jus.

Agar manfaatnya semakin optimal dalam membantu mengontrol gula darah, Poulson menyarankan mengombinasikan ceri dengan sumber protein dan lemak sehat, seperti yogurt saring gaya Yunani, keju, maupun kacang-kacangan. Kombinasi ini dapat membantu memperlambat penyerapan gula sekaligus membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih bergaya media online dengan pembuka yang lebih kuat agar lebih menarik untuk pembaca.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#buah ceri #manfaat ceri