Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Tak Hanya Segarkan Tubuh, Tidur Cukup Bikin Pencernaan Lebih Sehat

Nur Fadilah • Selasa, 7 Juli 2026 | 11:11 WIB
Ilustrasi - Waktu dan durasi tidur berpengaruh terhadap kondisi kesehatan. ANTARA/Pixabay/am.
Ilustrasi - Waktu dan durasi tidur berpengaruh terhadap kondisi kesehatan. ANTARA/Pixabay/am.

 
GORONTALOPOST-
Menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap malam ternyata tidak hanya bermanfaat untuk memulihkan energi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Salah satu manfaat yang bisa dirasakan adalah buang air besar (BAB) yang lebih lancar dan teratur setiap pagi.

Dilansir dari laman Eating Well pada Senin, dokter spesialis gastroenterologi Catherine Ngo menjelaskan bahwa tidur yang cukup dan berkualitas membantu sistem pencernaan mempertahankan pola pergerakan usus yang sehat. Dengan demikian, tubuh lebih mudah membentuk kebiasaan BAB yang konsisten setiap hari.

Menurut Ngo, kualitas tidur memiliki hubungan erat dengan kerja saluran pencernaan. Saat seseorang tidur dengan cukup, tubuh dapat mengatur ritme biologis secara optimal, termasuk proses yang mengendalikan pergerakan usus.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas dan durasi tidur berpengaruh terhadap mikrobioma usus, yakni kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan. Mikrobioma yang seimbang berperan penting dalam menjaga kesehatan usus dan membantu proses pencernaan berlangsung dengan baik.

Sebaliknya, kebiasaan tidur yang tidak teratur atau kurang berkualitas dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Gangguan ini berdampak pada melambatnya pergerakan usus sehingga meningkatkan risiko sembelit, perut kembung, hingga berbagai masalah pencernaan lainnya.

Dokter gastroenterologi Rucha Shah menambahkan bahwa kebiasaan tidur terlalu larut juga dapat memicu peningkatan hormon kortisol pada waktu yang tidak semestinya. Kondisi tersebut dapat mengganggu proses pencernaan dan membuat pola BAB menjadi tidak teratur.

Fenomena ini, menurut Shah, cukup sering ditemukan pada pekerja shift malam yang memiliki jadwal tidur berubah-ubah. Mereka cenderung lebih sering mengalami gangguan buang air besar dibandingkan mereka yang memiliki waktu tidur yang teratur.

Selain kualitas tidur, waktu bangun pagi juga memiliki pengaruh terhadap kelancaran BAB. Bangun lebih awal setelah tidur yang cukup memberikan kesempatan bagi tubuh untuk rileks sebelum memulai aktivitas harian.

Ngo menjelaskan bahwa kondisi tubuh yang rileks membantu otot sfingter bekerja secara optimal saat proses buang air besar. Sebaliknya, kebiasaan terburu-buru di pagi hari sering kali membuat seseorang menahan keinginan BAB, yang jika terus dilakukan dapat mengganggu pola buang air besar.

Untuk membantu menjaga keteraturan BAB, para ahli menyarankan beberapa kebiasaan sederhana, seperti memenuhi kebutuhan cairan setiap hari, mengonsumsi makanan kaya serat dari buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Berjalan kaki selama 10 hingga 20 menit setelah makan malam juga dinilai efektif membantu merangsang pergerakan usus.

Apabila masalah sembelit tetap berlangsung meski telah menerapkan pola makan sehat dan gaya hidup yang lebih baik, para ahli menyarankan agar segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#Tips BAB lancar #manfaat tidur teratur