Telur Retak Jangan Langsung Dibuang, Tapi Perhatikan Hal Ini

Nur Fadilah • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 10:41 WIB
Ilustrasi- Telur ayam yang dijual oleh pedagang di salah satu pasar tradisional di Lampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Ilustrasi- Telur ayam yang dijual oleh pedagang di salah satu pasar tradisional di Lampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi

 

GORONTALOPOST -Telur menjadi salah satu bahan makanan yang hampir selalu tersedia di dapur karena mudah diolah dan kaya nutrisi. Namun, bagaimana jika telur yang akan dimasak ternyata memiliki cangkang retak? Apakah masih aman untuk dikonsumsi?

Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama ketika telur mengalami benturan saat dibawa pulang dari pasar atau disimpan di dalam kulkas. Sebagian orang memilih tetap mengolahnya, sementara lainnya langsung membuang telur tersebut karena khawatir terkontaminasi bakteri.

Secara umum, telur dengan cangkang retak memang perlu mendapat perhatian lebih. Cangkang telur berfungsi sebagai lapisan pelindung yang membantu mencegah masuknya kotoran dan mikroorganisme ke bagian dalam telur. Ketika cangkang pecah atau retak, perlindungan tersebut menjadi berkurang.

Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah kontaminasi bakteri, termasuk bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Bakteri tersebut dapat berkembang apabila telur ditangani atau disimpan dalam kondisi yang tidak tepat.

Jika telur baru saja retak akibat benturan dan bagian dalamnya belum terkena kotoran, telur sebaiknya segera dimasak hingga matang sempurna. Namun, telur yang sudah retak sejak dibeli, retak cukup parah, mengeluarkan cairan, berbau tidak sedap, atau telah lama disimpan sebaiknya tidak dikonsumsi.

Untuk mengurangi risiko, telur yang sudah retak sebaiknya tidak dibiarkan dalam waktu lama pada suhu ruang. Jika ingin tetap digunakan, pecahkan telur ke dalam wadah bersih, simpan di lemari pendingin, dan segera masak hingga putih serta kuning telurnya matang.

Telur juga sebaiknya tidak dikonsumsi dalam kondisi mentah atau setengah matang ketika cangkangnya sudah retak. Proses memasak hingga matang dapat membantu membunuh bakteri berbahaya yang mungkin terdapat pada telur.

Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan tangan, peralatan masak, dan permukaan dapur setelah menangani telur mentah. Hindari pula mencuci telur sebelum disimpan karena dapat merusak lapisan pelindung alami pada permukaan cangkang.

Jadi, apakah telur retak masih aman dimakan? Jawabannya bergantung pada kondisi dan kapan telur tersebut mengalami keretakan. Telur yang baru retak karena benturan dan langsung ditangani dengan benar masih mungkin digunakan, tetapi telur yang retak sejak lama atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebaiknya dibuang.

Daripada mengambil risiko mengalami gangguan pencernaan akibat makanan yang terkontaminasi, mengenali kondisi telur sebelum dimasak menjadi langkah sederhana yang penting dilakukan.(antara)

 

Editor : Nur Fadilah
Tips memilih telur Telur retak