GORONTALOPOST -YouTube mulai menerapkan persyaratan baru bagi kreator konten yang ingin memperoleh pendapatan dari tayangan iklan dan jumlah pelanggan (subscriber). Kebijakan tersebut membuat kreator baru harus bekerja lebih keras untuk memenuhi ambang batas monetisasi.
Dilansir dari laporan TechCrunch pada Senin (10/8) waktu setempat, kreator konten baru yang ingin mendapatkan penghasilan dari YouTube harus mengumpulkan sedikitnya 8.000 jam tayang dalam satu tahun terakhir atau mencapai 20 juta penayangan Shorts dalam 90 hari terakhir.
Angka tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan ketentuan sebelumnya. Sebelumnya, kreator harus memiliki sedikitnya 1.000 subscriber dan 4.000 jam tayang dalam satu tahun terakhir, atau 1.000 subscriber dan 10 juta penayangan Shorts dalam 90 hari terakhir.
YouTube menegaskan, perubahan tersebut tidak akan berdampak pada kreator lama yang sudah tergabung dalam YouTube Partner Program (YPP).
Selain syarat awal untuk memperoleh monetisasi, YouTube juga menetapkan ketentuan bagi kreator Shorts agar tetap mendapatkan penghasilan melalui program Shorts Creators Pool. Kreator harus mempertahankan sedikitnya 10 juta penayangan Shorts dalam periode 90 hari.
Jika sebuah kanal tidak lagi memenuhi jumlah penayangan tersebut, pendapatan dari Shorts akan dihentikan sementara. Namun, kanal tetap dapat menjadi bagian dari program mitra dan memperoleh pendapatan dari konten video berdurasi panjang.
Pendapatan dari Shorts akan kembali diberikan setelah kanal berhasil mencapai kembali 10 juta penayangan dalam 90 hari.
Disesuaikan dengan Pertumbuhan Shorts
Perubahan persyaratan monetisasi ini dilakukan YouTube seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan platform tersebut, khususnya layanan Shorts.
YouTube kini mencatat lebih dari 200 miliar penayangan Shorts setiap hari. Selain itu, pengguna juga menghabiskan lebih dari 1 miliar jam setiap hari untuk menonton YouTube melalui televisi.
Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa persaingan di antara kreator semakin ketat. Kreator baru tidak hanya dituntut menghasilkan konten secara konsisten, tetapi juga harus mampu menarik penonton dalam jumlah besar agar dapat memenuhi persyaratan monetisasi.
Dalam pengumuman yang sama, YouTube juga mengumumkan perluasan layanan berlangganan Premium Lite ke seluruh negara yang telah menyediakan YouTube Premium.
Premium Lite menawarkan pengalaman menonton dengan lebih sedikit iklan pada sebagian besar video. Pelanggan juga mendapatkan fitur mengunduh video untuk ditonton secara luring serta kemampuan memutar video di latar belakang.
Kehadiran pelanggan Premium juga berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi kreator. YouTube mengatakan kreator akan memperoleh bagian pendapatan berdasarkan waktu menonton dan jumlah penayangan yang berasal dari pelanggan.
Untuk pembagiannya, YouTube menetapkan 55 persen pendapatan untuk kreator video berdurasi panjang, sementara kreator Shorts memperoleh 45 persen.
YouTube menilai bertambahnya jumlah pelanggan Premium dapat memberikan dampak positif terhadap penghasilan kreator. Mitra disebut rata-rata memperoleh pendapatan lebih tinggi ketika pengguna berlangganan Premium dibandingkan ketika pengguna menonton video dengan dukungan iklan.
Dengan perubahan tersebut, kreator baru kini menghadapi tantangan lebih besar untuk mencapai monetisasi, sementara kreator yang sudah berada dalam YouTube Partner Program tetap dapat melanjutkan aktivitas monetisasinya sesuai ketentuan yang berlaku.(antara)
Editor : Nur Fadilah