GORONTALOPOST -Samsung disebut-sebut sedang menyiapkan gebrakan besar di pasar ponsel lipat dengan menghadirkan hingga lima model sekaligus pada 2027. Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa perusahaan asal Korea Selatan itu masih melihat masa depan yang cerah untuk perangkat dengan layar fleksibel.
Kabar tersebut mencuat setelah Samsung diklaim mendapatkan respons positif dari pasar melalui debut Galaxy Z Fold8 dengan layar yang lebih lebar. Mengutip laporan GSM Arena, Minggu, informasi mengenai rencana tersebut pertama kali diungkap ETNews berdasarkan sumber internal yang identitasnya tidak disebutkan.
Jika rumor tersebut benar, Samsung akan memperluas lini ponsel lipatnya secara signifikan. Lima perangkat yang diperkirakan meluncur pada 2027 terdiri atas Galaxy Z Fold9, Galaxy Z Fold9 Ultra, Galaxy Z TriFold generasi kedua, Galaxy Z Flip9, serta satu model baru dengan layar lebar yang hingga kini belum diketahui namanya.
Salah satu hal menarik dari daftar tersebut adalah masih adanya Galaxy Z Flip9. Kehadiran perangkat ini sekaligus menepis rumor yang sebelumnya menyebut Samsung berencana menghentikan lini ponsel lipat bergaya clamshell tersebut.
Galaxy Z Flip selama ini menjadi salah satu produk penting Samsung di kategori ponsel lipat karena menawarkan bentuk yang lebih ringkas ketika dilipat. Dengan tetap memasukkan Flip9 dalam rencana 2027, Samsung tampaknya masih melihat potensi besar dari perangkat tersebut.
Selain Fold9 dan Fold9 Ultra, Samsung kabarnya tengah mengembangkan satu ponsel lipat baru dengan layar yang lebih lebar. Perangkat ini menarik perhatian karena disebut-sebut akan mengusung aspek rasio 16:9, format yang lebih ideal untuk menikmati film dan video.
Konsep tersebut akan memberikan pilihan baru bagi pengguna yang menjadikan ponsel sebagai perangkat hiburan utama, terutama para penggemar film atau cinephile.
Galaxy Z Fold8 memang sudah hadir dengan layar yang lebih lebar. Namun, aspek rasio 4:3 membuat layarnya lebih cocok digunakan untuk membaca dokumen, buku elektronik, maupun menjelajahi halaman situs dibandingkan menikmati film layar lebar.
Sementara itu, Galaxy Z Fold8 Ultra memiliki aspek rasio 9:10 yang bentuknya hampir menyerupai persegi. Format tersebut juga dinilai kurang ideal untuk menonton film yang umumnya menggunakan rasio 16:9.
Karena itu, jika perangkat baru dengan layar 16:9 benar-benar dikembangkan, Samsung akan memiliki pilihan baru yang lebih spesifik bagi pengguna yang mengutamakan pengalaman menonton video.
Meski demikian, perangkat tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan. Belum ada informasi mengenai nama resmi, spesifikasi, desain maupun harga yang akan ditawarkan Samsung.
Samsung juga tampaknya belum menyerah dengan konsep ponsel lipat tiga atau trifold. Perusahaan disebut berencana menghadirkan Galaxy Z TriFold generasi kedua pada 2027.
Generasi pertama TriFold dapat dianggap sebagai langkah eksperimental Samsung. Perangkat tersebut memang dipasarkan secara komersial, tetapi ketersediaannya masih terbatas sehingga belum dapat dinikmati secara luas oleh konsumen di berbagai pasar.
Melalui generasi kedua, Samsung disebut ingin memperluas ketersediaan perangkat tersebut. Namun, peningkatan produksi dan distribusi belum tentu membuat harganya menjadi lebih murah.
Jika benar diluncurkan, Galaxy Z TriFold generasi kedua akan menjadi salah satu bukti bahwa Samsung masih serius mengeksplorasi berbagai bentuk perangkat layar fleksibel, bukan hanya model lipat konvensional seperti Fold dan Flip.
Optimisme Samsung terhadap pasar ponsel lipat juga terlihat dari peningkatan target produksinya. Setelah Galaxy Z Fold8 mendapatkan animo besar, perusahaan disebut meningkatkan target produksi ponsel lipat pada 2026 menjadi sekitar 1 juta unit.
Melihat perhatian konsumen yang masih tinggi terhadap teknologi layar fleksibel, Samsung tampaknya ingin memanfaatkan momentum tersebut dengan menghadirkan lebih banyak pilihan pada 2027.
Jika seluruh rencana itu terealisasi, Samsung bukan hanya memperbanyak jumlah ponsel lipat, tetapi juga mencoba menghadirkan perangkat dengan karakter yang berbeda-beda, mulai dari model Fold untuk produktivitas, Flip untuk kepraktisan, TriFold untuk fleksibilitas layar, hingga model baru yang berpotensi mengutamakan pengalaman menonton film.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa persaingan ponsel lipat ke depan tidak lagi sekadar soal siapa yang memiliki teknologi layar paling canggih. Produsen juga mulai berlomba mencari bentuk dan fungsi baru yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna.(antara)
Editor : Nur Fadilah