iPhone 18 Pro Terancam Kebobolan, Dokumen Rahasia Apple Tersebar di Dark Web

Nur Fadilah • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 10:59 WIB
Ilustrasi - Tampilan kamera belakang iPhone. Dalam foto ini tampak belakang iPhone 17 Pro. (ANTARA/Apple Newsroom)
Ilustrasi - Tampilan kamera belakang iPhone. Dalam foto ini tampak belakang iPhone 17 Pro. (ANTARA/Apple Newsroom)

 

GORONTALOPOST-Kelompok peretas yang mengatasnamakan World Leaks dilaporkan berhasil membobol salah satu mitra manufaktur perangkat Apple di India dan mencuri data rahasia dalam jumlah sangat besar.

Menurut laporan Gizchina, serangan tersebut menyebabkan lebih dari 630 GB data dicuri. Data itu terdiri atas lebih dari 200.000 file yang kemudian dipublikasikan di dark web.

Kebocoran ini menjadi perhatian serius karena sejumlah dokumen yang tersebar disebut berkaitan dengan produk Apple yang belum diluncurkan. Di antaranya terdapat dokumen teknik untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, informasi mengenai chip A20 Pro, hingga spesifikasi modem generasi baru yang akan digunakan Apple.

Tidak hanya informasi teknis, data yang bocor juga mengungkap detail mengenai rantai pemasok Apple. Setidaknya enam file disebut mencantumkan nama pemasok secara lengkap yang bertanggung jawab menyediakan sejumlah komponen penting, seperti prosesor, baterai, dan kamera.

Kebocoran tersebut semakin menarik perhatian karena turut berisi foto prototipe iPhone yang sedang menjalani pengujian, termasuk uji jatuh.

Selain itu, ditemukan pula dokumen sepanjang 52 halaman yang menjelaskan aturan serta prosedur pengendalian kualitas milik Apple. Informasi semacam ini biasanya dijaga ketat karena berkaitan dengan standar produksi dan proses pengembangan perangkat.

Yang tidak kalah mengejutkan, sejumlah file teknik milik Tesla juga ditemukan dalam kumpulan data yang bocor.

Hal tersebut diduga terjadi karena perusahaan yang menjadi sasaran serangan, yakni Tata Electronics, tidak hanya memproduksi komponen untuk Apple, tetapi juga memiliki hubungan produksi dengan Tesla.

Kebocoran ini menunjukkan bahwa perusahaan teknologi tidak hanya menghadapi ancaman dari sistem internal mereka sendiri. Mitra manufaktur yang memiliki akses terhadap informasi sensitif juga dapat menjadi titik masuk bagi peretas.

Apple selama ini dikenal sangat menjaga kerahasiaan proses pengembangan dan produksi produknya. Kerahasiaan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keunggulan perusahaan dari para pesaing.

Karena itu, kebocoran data dalam skala lebih dari 630 GB menjadi persoalan serius, terlebih terjadi hanya beberapa bulan sebelum iPhone 18 Pro diperkirakan diperkenalkan.

Kekhawatiran juga muncul karena banyak perusahaan manufaktur menggunakan jaringan komputer yang terhubung dengan sistem operasional sehari-hari. Kondisi tersebut membuat serangan terhadap jaringan bisnis berpotensi membuka akses ke informasi rahasia yang berkaitan dengan proses produksi, meskipun sistem tersebut tidak berada langsung di lini produksi.

Kasus serupa sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Pada 2021, Quanta Computer di Taiwan yang merupakan salah satu perusahaan manufaktur perangkat Apple juga menjadi korban serangan siber. Saat itu, peretas mencuri dan membocorkan sejumlah dokumen terkait produksi MacBook.

Dalam kasus terbaru, Tata Electronics menyatakan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan normal. Sementara itu, Apple disebut telah mengetahui insiden tersebut dan menyatakan kekhawatirannya terhadap kebocoran informasi.

Meski sejumlah informasi penting mengenai produk masa depan Apple telah beredar di dark web, iPhone 18 Pro tetap dijadwalkan meluncur pada akhir tahun ini sesuai rencana.

Jika sebagian dokumen yang bocor tersebut benar-benar autentik, serangan ini berpotensi menjadi salah satu kebocoran informasi produk Apple terbesar yang terjadi menjelang peluncuran generasi iPhone terbaru.(antara)

Editor : Nur Fadilah
ip 18 pro apple iphone Kebocoran data apple