GORONTALOPOST -Sakit perut merupakan keluhan yang cukup sering dialami anak-anak. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gangguan pencernaan, masuk angin, hingga infeksi. Namun, orang tua perlu waspada apabila sakit perut yang dialami anak tidak kunjung membaik dan disertai sejumlah gejala lain.
Salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian adalah radang usus buntu atau apendisitis. Penyakit ini terjadi ketika usus buntu mengalami peradangan dan dapat membutuhkan penanganan medis segera.
Pada anak, mengenali gejala usus buntu terkadang tidak mudah. Anak mungkin belum mampu menjelaskan secara tepat bagian perut yang terasa sakit. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku dan keluhan yang muncul bersamaan dengan sakit perut.
Nyeri Perut yang Semakin Berat
Salah satu tanda yang umum terjadi adalah nyeri pada perut yang awalnya terasa di sekitar pusar, kemudian dapat berpindah ke bagian kanan bawah perut.
Rasa sakit biasanya semakin kuat seiring waktu. Anak juga bisa terlihat lebih banyak diam, enggan bergerak, atau merasa sakit ketika berjalan, batuk maupun ketika perut tersentuh.
Jika anak terus mengeluhkan sakit perut dan intensitasnya semakin meningkat, kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai sakit perut biasa.
Mual, Muntah dan Tidak Nafsu Makan
Radang usus buntu juga dapat disertai mual dan muntah. Anak mungkin tiba-tiba kehilangan selera makan, bahkan terhadap makanan yang biasanya disukai.
Gejala ini memang dapat menyerupai gangguan pencernaan lainnya. Namun, apabila mual dan muntah muncul bersamaan dengan nyeri perut yang semakin berat, orang tua perlu lebih waspada.
Demam Bisa Menyertai
Anak yang mengalami usus buntu dapat mengalami demam, terutama ketika peradangan semakin berkembang. Demam biasanya muncul bersama nyeri perut dan kondisi tubuh yang terlihat lebih lemah.
Selain itu, beberapa anak juga dapat mengalami diare atau sembelit. Hal inilah yang terkadang membuat gejala usus buntu disalahartikan sebagai masalah pencernaan biasa.
Anak Tampak Lemah dan Tidak Nyaman
Perubahan perilaku juga bisa menjadi petunjuk penting. Anak yang biasanya aktif dapat menjadi lebih pendiam, mudah menangis, sulit tidur atau terus mencari posisi yang dianggap paling nyaman untuk mengurangi rasa sakit.
Pada anak yang masih kecil, tanda-tandanya bisa berupa rewel terus-menerus, menolak makan atau minum, serta tidak mau bermain seperti biasanya.
Kapan Harus Dibawa ke Dokter?
Orang tua sebaiknya segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila sakit perut terasa berat, semakin memburuk, berlangsung terus-menerus, atau disertai muntah berulang, demam, perut terasa sangat nyeri ketika disentuh, serta anak tampak lemas.
Jangan memberikan obat pereda nyeri secara sembarangan hanya untuk menutupi gejala tanpa mengetahui penyebabnya. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan apakah sakit perut tersebut disebabkan oleh usus buntu atau kondisi lainnya.
Usus buntu yang mengalami peradangan dan tidak ditangani dapat mengalami pecah. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan infeksi serius di dalam rongga perut.
Karena itu, sakit perut pada anak yang terasa tidak biasa sebaiknya tidak diabaikan. Semakin cepat penyebabnya diketahui dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.(antara)
Editor : Nur Fadilah