GORONTALOPOST- Kayu manis selama ini dikenal sebagai salah satu rempah yang kerap digunakan untuk menambah cita rasa makanan dan minuman. Selain aromanya yang khas, rempah ini juga sering dikaitkan dengan berbagai manfaat bagi kesehatan.
Namun, di balik manfaat tersebut, konsumsi kayu manis secara berlebihan ternyata perlu diwaspadai, terutama bagi orang yang sedang menjalani pengobatan tertentu.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang terdapat dalam kayu manis berpotensi memengaruhi cara tubuh memproses obat. Kondisi tersebut dapat membuat efektivitas obat berubah apabila kayu manis dikonsumsi dalam jumlah besar atau secara berlebihan.
Salah satu senyawa yang menjadi perhatian adalah kumarin, yang secara alami terdapat terutama pada jenis kayu manis tertentu. Dalam jumlah tinggi dan dikonsumsi terus-menerus, kumarin juga dapat memberikan beban pada hati.
Risiko tersebut menjadi lebih penting bagi orang yang rutin mengonsumsi obat, karena fungsi hati memiliki peran penting dalam memproses berbagai jenis obat di dalam tubuh.
Selain itu, kayu manis juga diketahui dapat memengaruhi kadar gula darah. Karena itu, orang yang mengonsumsi obat untuk diabetes perlu lebih berhati-hati agar tidak terjadi penurunan kadar gula darah secara berlebihan.
Bukan berarti kayu manis harus dihindari sepenuhnya. Penggunaan kayu manis sebagai bumbu masakan atau dalam jumlah wajar umumnya berbeda dengan konsumsi dalam bentuk suplemen atau dosis tinggi.
Para ahli pun mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi kayu manis dalam jumlah besar dengan anggapan bahwa semakin banyak berarti semakin sehat.
Bagi seseorang yang sedang menjalani pengobatan rutin, terutama menggunakan obat yang diproses oleh hati atau obat untuk mengontrol gula darah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi kayu manis dalam jumlah tinggi atau dalam bentuk suplemen.
Dengan demikian, kayu manis tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari, tetapi jumlah dan cara konsumsinya perlu diperhatikan. Rempah yang bermanfaat sekalipun tetap dapat menimbulkan risiko apabila dikonsumsi secara berlebihan.(antara)
Editor : Nur Fadilah