GORONTALOPOST -Kebiasaan tidur hingga larut malam mungkin terasa sepele, terutama bagi mereka yang terbiasa bekerja, menonton film, bermain gawai, atau menyelesaikan berbagai aktivitas hingga lewat tengah malam. Namun, jika dilakukan terus-menerus, pola tidur tersebut dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh.
Ritme sirkadian merupakan sistem biologis internal yang mengatur berbagai fungsi tubuh dalam siklus sekitar 24 jam. Sistem ini berperan dalam mengatur waktu tidur dan bangun, suhu tubuh, pelepasan hormon, metabolisme, hingga tingkat kewaspadaan.
Salah satu pengatur utama ritme sirkadian adalah paparan cahaya. Ketika malam tiba dan tubuh mulai mendapatkan lebih sedikit cahaya, otak meningkatkan produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh mempersiapkan diri untuk tidur.
Tidur setelah pukul 00.00 tidak otomatis berarti tubuh pasti mengalami gangguan. Waktu tidur yang sehat dapat berbeda antarindividu dan dipengaruhi oleh kebutuhan tidur, jadwal harian, serta konsistensi pola tidur.
Namun, kebiasaan tidur sangat larut dan jadwal tidur yang terus berubah dapat membuat jam biologis tubuh menjadi tidak selaras dengan lingkungan dan aktivitas sehari-hari.
Misalnya, seseorang tidur pukul 01.00 atau 02.00 setiap malam tetapi harus bangun pukul 06.00 untuk bekerja. Kondisi tersebut bukan hanya membuat waktu tidur menjadi lebih pendek, tetapi juga dapat menyebabkan rasa mengantuk, sulit berkonsentrasi, dan tubuh terasa kurang bugar pada siang hari.
Menjaga kesehatan tidur tidak cukup hanya dengan menghitung berapa jam seseorang tidur. Konsistensi waktu tidur dan bangun juga menjadi bagian penting.
Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam. Karena itu, jika seseorang tidur lewat tengah malam tetapi tetap mendapatkan waktu tidur yang cukup dan jadwalnya konsisten, dampaknya tidak dapat disamakan dengan orang yang tidur larut sekaligus mengalami kurang tidur.
Masalah biasanya muncul ketika tidur larut menjadi kebiasaan dan menyebabkan seseorang harus bangun lebih pagi daripada waktu yang dibutuhkan tubuh untuk beristirahat.
Penggunaan ponsel, tablet, atau komputer menjelang tidur juga dapat membuat seseorang semakin sulit mengantuk. Paparan cahaya pada malam hari, terutama ketika seseorang terus terpapar layar, dapat memengaruhi sinyal biologis yang membantu tubuh mempersiapkan tidur.
Selain itu, aktivitas yang merangsang otak seperti bermain gim, bekerja, atau mengikuti media sosial hingga larut malam dapat membuat seseorang menunda waktu tidur.
Untuk membantu menjaga ritme sirkadian, beberapa kebiasaan sederhana dapat diterapkan. Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari, termasuk pada akhir pekan.
Kurangi paparan cahaya terang menjelang waktu tidur dan ciptakan suasana kamar yang gelap, tenang, serta nyaman. Paparan cahaya alami pada pagi hari juga dapat membantu tubuh mengenali bahwa hari telah dimulai.
Hindari pula konsumsi kafein terlalu dekat dengan waktu tidur dan batasi aktivitas yang membuat tubuh atau pikiran terlalu terstimulasi pada malam hari.
Pada akhirnya, bukan sekadar angka pukul 12 malam yang menentukan sehat atau tidaknya pola tidur, melainkan kombinasi antara durasi tidur yang cukup, jadwal yang konsisten, kualitas tidur, serta kesesuaian pola tidur dengan kebutuhan tubuh. Jika gangguan tidur berlangsung terus-menerus atau menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.(antara)
Editor : Nur Fadilah