Gorontalopost.id, GORONTALO – Buntut penertiban badut, memicu aksi demo di depan kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Gorontalo.
Menurut Fahrul mahasiswa IAIN Gorontalo yang juga merupakan kordinator lapangan dalam aksi tersebut mengungkapkan keprihatinannya terhadap para badut yang ditertibkan oleh pihak Dinsos kota bersama Satpol-PP.
Baca Juga: BM_PAN Semangat Baru 'Anak Matahari' Bidik Kawula Muda di Pelosok
“Kalau jika mo diterbitkan, silahkan juga ditertibkan semuanya. Karena masalah sosial di Gorontalo bukan cuman badut-badut saja.
Ada para peminta-peminta dijalanan khususnya anak kecil yang kadang kala memaksa orang-orang untuk dikasih bantuan,” ungkapnya kepada media ini saat dikonfirmasi kemarin.
Aksi Demo ini kemudian terjadi audiensi dengan kepala dinas sosial Kota Gorontalo, Irwansyah Taha.
Baca Juga: Kris Minta Bupati Merlan Kembalikan Masjid Al- Marhama Pusat Budaya Keagaman Daerah
Kadis mengatakan dirinya mengapresiasi terkait aksi-aksi demonstrasi yang memperjuangkan hak-hak rakyat.
“Tentunya ini kami sampaikan, bahwa memang sasaran sebenarnya itu bukan badut.
Sebenarnya, hanya saja yang ada dijalanan tidak mungkin kami tebang pilih kebetulan merekalah yang didapatkan dijalanan,” ujar Irwansyah.
Baca Juga: Ditahan Kejari Gorontalo Utara Oknum Kades Molonggota Terancam 20 Tahun Penjara
Kadis menambahkan, saat audiensi sempat dipertanyakan, sebenarnya badut ini termasuk kategori apa? pengemis, peminta-peminta atau gelandangan atau apa.
"Tentu kami melihatnya sama, sama dengan pengamen. Pengamen itu sifatnya menghibur, nah badut ini juga menghibur.
Hanya saja dia ada di persimpangan jalan yang ini juga beresiko terhadap diri mereka dan masyarakat yang lain,” tandasnya.(Mg-03).
Editor : Azis Manansang