Gorontalopost.id, GORONTALO – Penyebab meninggalnya HS, mahasiswa baru (Maba) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo saat mengikuti pengkaderan,terungkap.
Menurut Kapolres Bone Bolango melalui Kasat Reskrim Polres Bone Bolango AKP Muhammad Arianto, dari hasil ekshumasi ada beberapa kesimpulan yang didapat.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Pemkab Bone Bolango Belum Tandatangani NPHD Pemilu 2024
Diantaranya Penyebab kematian HS berdasarkan pemeriksaan pemeriksaan dokter forensik yaitu kegagalan pernapasan kemudian penyebab kematian antaranya itu ada dua, yang pertama pendarahan di kepala.
“Hal itu menekan pusat pernapasan dan paru-paru tidak mampu mengembang untuk pertukaran udara.
Jadi itu penyebab antaranya kenapa sampai dia bisa meninggal,” bebernya, saat dikonfirmasi, kemarin.
Baca Juga: Projo Warning Penjagub dan Bupati Netral dalam Pemilu 2024 Sikapi Pakta Integritas Viral di Medsos
Namun Arianto mengatakan, berdasarkan keterangan dokter jika HS ditangani dengan benar dan cepat tidak akan terjadi hal yang seperti dialami korban.
“Yang mendasari penyebab kematiannya adalah trauma tumpul di kepala bagian belakang yang mana itu menyebabkan adanya pendarahan di area kepala,” kata dia.
“Itu yang membuat pembuluh darah tersumbat sehingga menyebabkan kegagalan pernapasan,” sambung Arianto.
Baca Juga: Pemkab Gorontalo Utara Kucurkan Rp 17,4 M Angaran Pilkada
Sementara untuk hasil pemeriksaan laboratorium, tidak terdapat kejanggalan organ tubuh sebab sudah mengalami pembusukan.
Arianto juga mengatakan tidak ada penyebab lain dari kematian korban seperti pengaruh obat-obatan atau yang dikonsumsi korban.
“Jadi kesimpulannya, itu tidak ada kekerasan yang dialami korban seperti yang kita pernah lakukan visum luarnya.
Jadi memang tidak ada benturan yang diindikasikan secara sengaja,” tandasnya.(Anthx/hms-pol).
Editor : Azis Manansang