Gorontalopost.id, GORONTALO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo klaim inflasi Gorontalo terendah di seluruh Indonesia.
Kesimpulan itu terungkap saat BPS Provinsi Gorontalo menggelar konferensi pers merilis perubahan angka Indeks Harga Konsumen (IHK).
"Hal ini menjadi perhatian kita bersama, bahwa Provinsi Gorontalo mengalami deflasi hingga -0,91 persen dan angka ini jauh lebih rendah.
Dibandingkan angka inflasi nasional yakni 0,4 persen, " ungkap Kepala BPS Provinsi Gorontalo Mukhamad Mukhanif, belum lama ini.
Baca Juga: Diduga Salah Tangkap, Siswa SMK Jadi Korban Pemukulan Oknum Anggota Kepolisian
Mukhamad Mukhanif menambahkan untuk Kota Gorontalo yakni -0,71 persen.
Sedangkan untuk Kabupaten Gorontalo -1,15 persen yang juga merupakan deflasi tertinggi di kabupaten dan kota se Indonesia.
Menurut Mukhanif, pemicu terbesar dalam deflasi Januari 2024 yakni perubahan harga cabai rawit yang pada Desember 2023 sebelumnya.
Harganya sangat tinggi, namun memasuki Januari 2024 harganya kembali normal.
Baca Juga: Perdana, 133 Pemangku Adat di Kabgor Terima Honor Rp 500 Ribu
Sedangkan untuk inflasi tahun ke tahun dari Januari 2023 hingga Januari 2024, Provinsi Gorontalo sendiri angka inflasinya mencapai 4,4 persen.
Untuk Kota Gorontalo 2,64 persen dan Kabupaten Gorontalo 5,92 persen.
"Mengapa angkanya berbeda jauh meskipun secara geografis berdekatan dikarenakan jumlah komoditasnya mungkin lebih banyak dan berfariatif yang dikonsumsi di Kota dibandingkan di Kabupaten, " jelas Mukhanif.
Baca Juga: Diskominfo Bone Bolango Siapkan 100 Titik Wifi Gratis
Andil terbesar dalam sumbang inflasi di Provinsi Gorontalo yaitu ada pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang menyumbang 3,55 persen.
Ada juga penyediaan makanan dan minuman restoran yang sumbang 0,36 persen, perawatan pribadi dan jasa lainya 0,23 persen, serta pakaian dan alas kaki 0,12 persen.
Meskipun Provinsi Gorontalo mengalami deflasi, menurut Mukhanif hal itu tidak mempengaruhi harga bahan pokok lainya yang masih cukup tinggi.
"Kalau cabai rawit menjadi penyumbang deflasi tertinggi, namun bawang merah, beras dan tomat menjadi penyumbang inflasi, " kata Mukhanif.Baca Juga: Ditahan Polda, Oknum Guru Sodomi Dipecat Pemkot Gorontalo/
Pasalnya, saat ini bawang merah sendiri memang sedang mengalami kenaikan harga, hal ini sama halnya dengan yang dialami oleh provinsi-provinsi lainya di Indonesia.
Dalam hal ini BPS Provinsi akan berusaha untuk merumuskan nilai yang ideal untuk mensejahterakan petani dengan tidak menyulitkan konsumen.
Ditempat yang sama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo, Handoyo Sugiharto mengungkapkan.
Bahwa saat ini Provinsi Gorontalo sedang mengalami peningkatan ekspor.
"Bulan desember dan januari ada peningkatan dalam jumlah ekspor jagung, " ungkap Handoyo.(Mg-03)
Editor : Azis Manansang