Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Gorontalo Alami Deflasi Cukup Tajam di Bulan Februari

Azis Manansang • Kamis, 7 Maret 2024 | 23:56 WIB

 

Kepala BPS, Mukhamad Mukhanif, bersama Asisten Pemprov Gorontalo (F:Istimewa)
Kepala BPS, Mukhamad Mukhanif, bersama Asisten Pemprov Gorontalo (F:Istimewa)


Gorontalopost,  GORONTALO – Provinsi Gorontalo mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 1,15 persen.

“Perkembangan inflasi secara month to month diluar dugaan kami.

Biasanya Januari deflasi dan februari mulai kembali atau inflasi apalagi menghadapi bulan puasa, angka 1,15 cukup tajam,” ungkap Kepala BPS, Mukhamad Mukhanif, kemarin (01/03/2024).

Baca Juga: Lima Bertahan, Petahana Tumbang di Dapil 6 DPRD Provinsi Gorontalo

Mengapa angka deflasi cukup dalam? menurutnya beberapa komoditas memang masih terjadi inflasi tapi komoditas yang lain juga alami penurunan seperti tomat, cabe rawit dan bawang merah.

“Inilah komoditas utama yang mengalami deflasi dan cukup besar sehingga mengimbangi kenaikan harga beras.

Dan minyak goreng yang cukup tinggi begitu juga beras namun secara nilai umumnya deflasi,” sambungnya.

Lanjut kata dia, bukan tidak menafikan harga dari komoditas beras tapi secara kesimpulan bisa terkendali.

Baca Juga: Polsek Kota Selatan Polresta Gorontalo Monitoring Harga Beras di Pasar Sentral

“Tentunya deflasi bukan satu prestasi, prestasi adalah ketika terkendali,” ujarnya.

Sebelumnya BPS Provinsi Gorontalo merilis data perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Berdasarkan hasil pemantauan pada Februari 2024 terjadi in?asi y-on-y sebesar 3,73 persen.

Atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK)dari 101,47 pada Februari 2023 menjadi 105,25 pada Februari 2024. (Mail/Hms BPS).

 

Editor : Azis Manansang