Gorontalopost, GORONTALO - Dua oknum Aparat Sipil Negara (ASN) yang bekerja di RSUD Aloe Saboe Gorontalo mengamuk.
Sambil membuka baju kedua ASN bernama Garin Daud dan Husain Ismail melakukan aksi protes ke manajemen.
Aksi keduanya membuat heboh pegawai dan pengunjung rumah sakit bahkan warga Gorontalo seiring dengan video yang beredar ditengah masyarakat.
Baca Juga: AD Warga Bone Bolango Aniaya Anak Kandung Ditetapkan jadi Tersangka
"Ini bukan keributan, ini hanya luapan kesesalan kami, hanya kita luapkan kesesalan itu," ujar Garin Daud, Staf Bagian Umum PNS RSUD Aloei Saboe, dikutif dari detik.com.
Garin mengatakan kejadian itu bermula saat mereka mendapat perintah dari atasan untuk menyewa mobil dan rumah.
"Karena itu kami terkesan hanya dilempar sana dan sini konfirmasi ini dan itu. Karena alasan tadi itu kesesalan kami itu di situ.
Tidak ada kejelasan kami disuruh sementara yang menjadi jaminan nama saya dan pak Husain," jelasnya.
Baca Juga: Ada Lawan Mendaftar di KPU Pohuwato saat Perpanjangan Paslon SIAP Batal Lawan Kotak Kosong
Menanggapi kejadian ini pihak Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloei Saboe Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Menjelaskan dua orang pegawainya yang mengamuk sambil buka baju. Pihak RSUD menyebut hal tersebut karena salah paham dan telah dimediasi.
"Kejadiannya itu karena salah paham antara sesama pegawai di bagian Kasubag Umum (RSUD Aloei Saboe) terkait dengan mobil.
Kalau menurut mereka disuruh mencari mobil sewa untuk disiapkan untuk dokter spesialis bedah jantung," ujar Plt Direktur RSUD Aloei Saboe Muhammad Kasim saat dikonfirmasi kemarin.
Baca Juga: APBD Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2025 Ditetapkan DPRD dan Pemprov, Defisit Rp 38 Miliar
Muhammad menyebut kedua pegawainya salah paham, sebab mereka tidak bertanya ke manajemen rumah sakit terkait sewa mobil. Namun mereka terlanjur sudah meminjam mobil.
"Mereka kalau menurut salah satu pihak ini mereka emosi marah-marah karena sudah terlanjur meminjam mobil dan sudah sepakat dengan pemilik mobil untuk disewakan," bebernya.
Muhammad menjelaskan atas kejadian itu pihaknya sudah memanggil kedua pegawai tersebut. Dia menyebut keduanya saat itu langsung diperiksa agar tidak mengulangi perbuatannya. (Mg-02).
Editor : Azis Manansang