Gorontalopost, GORONTALO – Jemaat Gereja Protestan Indonesia Gorontalo (GPIG) memadati prosesi ibadah Natal 2024, yang berlangsung penuh hikmat dan rasa kebersamaan.
Lonjakan jumlah jemaat mendorong pihak gereja untuk membagi waktu ibadah menjadi dua sesi, yakni pukul 07.00 WITA dan pukul 10.00 WITA, guna mengakomodasi seluruh peserta.
Tenda tambahan dipasang di depan gereja untuk menampung jemaat yang tidak tertampung di dalam gedung utama. Di bawah tenda, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo memberikan pelayanan kesehatan gratis, menambah kenyamanan bagi para peserta ibadah.
Baca Juga: Insiden Minibus Toyota Avanza Hangus Terbakar di Pasar Tua Gorontalo
Dari pantauan prosesi ibadah berlangsung dengan pengamanan ketat oleh TNI-Polri, yang berjaga sejak pagi di sekitar gereja di Jalan P. Kalengkongan, Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo.
Aparat tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu mengatur lalu lintas untuk mengurangi kemacetan di sekitar lokasi ibadah.
Dalam khotbahnya, Pendeta Elen Waney mengajak jemaat untuk menjadikan Natal sebagai momentum mempererat hubungan dengan Tuhan.
“Ibadah Natal ini adalah panggilan untuk berjalan menuju Tuhan dengan penuh kesungguhan,” ujar Elen, kemarin.
Tema Natal tahun ini, “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem” (Lukas 2:15), dengan subtema “Melalui Natal Yesus Kristus, Kita Wujudkan Hidup Penuh Sukacita Sambil Memelihara Perdamaian”, menjadi refleksi mendalam bagi umat Kristiani di Gorontalo.
Baca Juga: Viral Video Kekerasan Oknum Satpol PP Gorontalo terhadap Pengendara Motor
Pendeta Yemima Adilang dari GPIG Sentrum Kota Gorontalo menekankan bahwa pesan kedamaian yang dibawa oleh kelahiran Yesus Kristus harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kedatangan Yesus membawa sukacita dan kedamaian. Kita terpanggil untuk menebarkan kebaikan dan menjadi teladan dalam masyarakat,” tutur Yemima.
Meski prosesi ibadah berlangsung meriah, penjaga gereja, Rusdin Bulumulawa, mencatat adanya penurunan jumlah jemaat yang hadir dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun ini beberapa jemaat pulang kampung, sehingga jumlah yang hadir berkurang,” jelas Rusdin.
Pada sesi pagi, tercatat sekitar 93 jemaat hadir, sedangkan pada misa malam sebelumnya (24/12/2024), jumlahnya mencapai lebih dari 40 orang.
Baca Juga: Sekretaris Dispora Gorontalo Utara Jadi Tersangka Kasus Korupsi Relokasi Puskesmas Kwandang
Meskipun jumlah jemaat sedikit menurun, perayaan Natal di GPIG Gorontalo tetap menjadi momen penting untuk merefleksikan nilai-nilai kasih, kedamaian, dan kebersamaan.
Keberadaan aparat keamanan, pelayanan kesehatan, dan solidaritas jemaat mencerminkan semangat Natal yang sesungguhnya.
Perayaan ini menjadi pengingat bahwa kelahiran Yesus Kristus membawa pesan universal untuk hidup penuh sukacita dan damai, sekaligus memperkuat komitmen jemaat untuk menjadi teladan dalam masyarakat.(Mg-03).
Editor : Azis Manansang