Gorontalopost, GORONTALO – Fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Gorontalo semakin tak terkendali.
Kelangkaan Bio Solar membuat para sopir ekspedisi dan kontainer kelimpungan hingga harus menunggu berhari-hari demi mengisi bahan bakar.
Situasi ini memicu sorotan dari Budi Sukma Londa, sopir asal Kelurahan Limba U1, Kota Gorontalo.
Ia mengaku sudah dua hari mengantre di SPBU Sudirman namun belum juga mendapatkan kepastian memperoleh solar subsidi.
Budi menilai kondisi tersebut sangat merugikan para pelaku transportasi logistik.
Aktivitas distribusi barang terhambat dan berdampak langsung terhadap roda ekonomi masyarakat di Gorontalo.
“Kalau sopir ekspedisi tidak jalan karena solar kosong, distribusi barang pasti terganggu.
Kami berharap ada solusi cepat dari pemerintah dan Pertamina,” katanya.
Ia mendesak Pemprov Gorontalo, Hiswana Migas Provinsi Gorontalo, Depot Pertamina hingga pengelola SPBU agar memberi skala prioritas bagi kendaraan angkutan barang.
Menurutnya, sektor transportasi logistik menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah yang harus mendapat perhatian serius.(Mg-03).
Editor : Azis Manansang