Mukot KADIN Kota Gorontalo Dipertanyakan, Don Rudin: Koordinasi dengan Pemkot Seharusnya Dijaga

Azis Manansang • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 13:03 WIB
Pengurus Kadin demisioner Don Rudin (F:istimewa)
Pengurus Kadin demisioner Don Rudin (F:istimewa)

Gorontalopost, GORONTALO – Polemik pelaksanaan Musyawarah Kota (Mukot) Kamar  Dagang dan Industri (KADIN) Kota Gorontalo

kembali mencuat setelah pengurus  demisioner KADIN Gorontalo, Don Rudin, menyoroti minimnya keterlibatan Pemerintah  Kota Gorontalo.

Baca Juga: Kekeringan Meluas, 1.763 KK di Bone Bolango Terdampak dan 1 Juta Liter Air Dikerahkan

Don Rudin menyayangkan agenda pemilihan kepengurusan KADIN Kota Gorontalo 
tersebut berlangsung tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan Pemkot Gorontalo.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata mengenai proses pemilihan ketua, 
melainkan menyangkut hubungan kelembagaan antara KADIN dengan pemerintah daerah.

“Sebagai organisasi yang memiliki kaitan erat dengan pengembangan dunia usaha, KADIN  semestinya menjaga komunikasi dengan pemerintah daerah. 

Karena itu, pelaksanaan Mukot tanpa melibatkan Pemkot patut menjadi perhatian,” kata  Don Rudin.

Don yang pernah menjadi Komtap KADIN Provinsi Gorontalo itu menilai kerja sama 
antara dunia usaha dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk memperkuat pembangunan  ekonomi daerah.

Pernyataan tersebut sebelumnya juga disampaikan Pemkot Gorontalo melalui Kabag  Ekonomi Setda Kota Gorontalo, Caima Camaru. 

Pemda mengaku menghormati sepenuhnya independensi KADIN dalam menentukan  kepengurusan organisasinya.

Caima menegaskan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menentukan  siapa yang akan menjadi Ketua KADIN.

Seluruh proses tersebut merupakan bagian dari  mekanisme internal organisasi.

Meski demikian, Pemkot menilai pemberitahuan dan komunikasi tetap penting dilakukan. 

Terlebih apabila agenda KADIN berkaitan dengan pelaku usaha daerah, penggunaan  fasilitas milik pemerintah,

kehadiran pejabat daerah, atau program yang berhubungan  langsung dengan pembangunan ekonomi.

“Koordinasi tidak boleh dipandang sebagai bentuk campur tangan. Justru komunikasi  dibutuhkan agar hubungan kelembagaan antara KADIN dan pemerintah daerah tetap  berjalan dengan baik,” jelas Caima.

Pemkot Gorontalo berharap KADIN mampu menjalankan peran strategisnya sebagai mitra  pemerintah dalam mendorong investasi,

pengembangan UMKM, pembukaan lapangan  pekerjaan, serta peningkatan daya saing pelaku usaha.

Pemerintah juga meminta seluruh pihak tetap menjaga situasi kondusif dengan 
mengedepankan komunikasi dalam setiap agenda organisasi. 

Sinergi dinilai menjadi kunci karena pemerintah dan dunia usaha memiliki kepentingan  yang saling berkaitan dalam pembangunan ekonomi daerah.

Baca Juga: Desa Luwoo Segera Jadi Desa Kreatif Digital, Pemkab Gorontalo Siapkan Pusat Promosi UMKM

Di sisi lain, anggota Dewan Pengarah KADIN Careteker Kota Gorontalo, Sulyanto Pateda,  mengakui kondisi tersebut. 

Ia menyebut keterbatasan waktu dan situasi yang mendesak membuat pihaknya tidak  memiliki banyak ruang untuk melakukan langkah lebih jauh.

“Waktunya sudah sangat mepet dengan kondisi yang serba mendesak, sehingga kami tidak  banyak memiliki kesempatan untuk melakukan hal-hal lainnya,” ujar Sulyanto.(Mg-02)

Editor : Azis Manansang
Kota Gorontalo Musprov KADIN GORONTALO dprd PEMKOT GORONTALO