GorontaloPost.id - Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah serius untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah haji dengan mengintensifkan kehadiran pasukan keamanan.
Direktur Keamanan Publik dan Ketua Komite Keamanan Haji, Letnan Jenderal Mohammad bin Abdullah al-Bassami, menyampaikan bahwa rencana tugas dan tanggung jawab pasukan keamanan haji tahun ini telah disetujui oleh Menteri Dalam Negeri dan Ketua Komite Haji, Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Nayef bin Abdulaziz.
Dalam sebuah konferensi pers di Pusat Operasi Keamanan Terpadu (911) di Mekah, Arab Saudi, al-Bassami menjelaskan bahwa rencana tersebut bertujuan untuk mencegah tindak kejahatan dan gangguan yang dapat mengancam keamanan jemaah haji.
Pasukan keamanan siap memberikan respons cepat dan langkah-langkah yang tepat dalam melawan pencopetan serta segala bentuk gangguan.
Selain itu, al-Bassami menekankan penerapan prinsip pencegahan dan keselamatan haji melalui pengaturan lalu lintas di pusat kendali keamanan di pintu masuk kota suci Mekah dan tempat-tempat suci lainnya.
Hal ini bertujuan untuk memperlancar pergerakan kendaraan, jalan utama, dan pejalan kaki.
Sementara itu, Mayor Jenderal Muhammad bin Maqbool Al-Omari, Komandan Pasukan Darurat Khusus Kepresidenan Keamanan Negara, menjelaskan bahwa Pasukan Darurat Khusus bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di Makkah Al-Mukarramah, Al-Madinah Al-Munawwarah, serta ibu kota.
Mereka bertanggung jawab atas keselamatan para tamu negara, mencegah pelanggaran aturan haji, mengatur pergerakan orang banyak, dan mengontrol kerumunan.
Selain itu, Pusat Operasi Haji juga berperan dalam mengkoordinasikan upaya relawan yang bekerja sama dengan lembaga pemerintah dalam menangani keadaan darurat.
Langkah ini menegaskan komitmen Arab Saudi untuk menjaga keamanan dan keselamatan jemaah haji.
Semua upaya dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar dan aman bagi semua pihak terkait. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey