Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Jemaah Haji Bergeser Menuju Arafah, Puncak Haji Tiba Besok

Tina Mamangkey • Senin, 26 Juni 2023 | 11:30 WIB
SEBELUM WUKUF: Jemaah haji naik ke Bukit Jabal Rahmah yang terletak di dekat Masjid Namirah di Arafah kemarin (8/7). (MEDIA CENTER HAJI)
SEBELUM WUKUF: Jemaah haji naik ke Bukit Jabal Rahmah yang terletak di dekat Masjid Namirah di Arafah kemarin (8/7). (MEDIA CENTER HAJI)

GORONTALOPOST.ID - Menurut Rencana Perjalanan Haji (RPH) yang telah ditetapkan, jemaah akan melaksanakan wukuf di Arafah pada 27 Juni 2023 mendatang.

Wukuf di Arafah adalah salah satu rangkaian haji yang utama dan wajib bagi seluruh jemaah haji.

"Jemaah secara bertahap diberangkatkan dari Hotel ke Arafah, Senin (26 Juni 2023) pagi hingga malam.

Kesiapan fasilitas di Arafah, termasuk di Muzdalifah dan Mina untuk jemaah haji Indonesia telah ditinjau dan dicek langsung oleh Menteri Agama RI, Bapak Yaqut Cholil Qoumas," kata Juru Bicara PPIH Pusat, Akhmad Fauzin.

Fauzin menyampaikan, berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per tanggal 25 Juni 2023, pukul 24.00 WIB, jumlah Jemaah gelombang II yang telah tiba di King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah adalah 107.348 orang atau 282 kelompok terbang.

"Total kedatangan Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi berjumlah 209.782 orang atau 558 kelompok terbang.

Alhamdulillah, fase keberangkatan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi sudah selesai. Fase ini berlangsung sejak 24 Mei - 24 Juni 2023," ucap Fauzin.

Menurut Fauzin, terdapat penambahan 10 orang jemaah yang wafat. "Sampai dengan hari ini, total jemaah yang wafat di Arab Saudi sebanyak 133 orang," jelasnya.

Fauzin juga menambahkan bahwa jumlah jemaah sakit yang dirujuk sebanyak 362 orang, dengan rincian: 67 orang rawat jalan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, 177 orang rawat inap di KKHI Makkah, dan 118 orang rawat inap di RSAS.

Dia juga menyampaikan empat bekal yang perlu dimiliki dan direnungkan oleh jemaah untuk meraih kemabruran haji.

Pertama, bekal niat yang ikhlas. Niat ikhlas dan ketaqwaan, tanpa ada niat selain meraih ridha Allah, tidak tercampuri oleh riya’, sum’ah, berbangga diri, atau kesombongan.

"Untuk itu, haji harus dilaksanakan dengan tawadu’, tenang, dan khusyu'.

Mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Majah nomor 2890, dari Anas bin Malik ra., dia berkata, Nabi Muhammad SAW menunaikan haji dengan mengendarai unta dan menghamparkan sehelai kain yang harganya kurang dari empat dirham, lalu beliau berdoa: ‘Ya Allah, jadikanlah haji ini tanpa riya dan mencari kemasyhuran’" (HR. Ibn Majah), sambungnya.

Kedua, lanjut dia, bekal biaya yang halal. Allah adalah zat yang thayyib dan tidak menerima kecuali yang thayyib.

Bekal haji harus bersih dari hal-hal syubhat, apalagi haram. Jika dalam bekalnya ada barang yang syubhat, harta ghashab, atau haram, secara hukum hajinya sah, namun tidak diterima.

"Ketiga, melaksanakan rukun, wajib, sunnah haji, dan menghindari semua larangan. Karenanya, setiap jemaah haji wajib memahami ilmu manasik.

Sebab, kesuksesan sebuah amal bergantung terhadap ilmu," terang Fauzin.

Sehari menjelang keberangkatan ke Arafah, kata Fauzin, jemaah dapat memperdalam kembali pengetahuan manasik hajinya dengan membaca buku manasik dan mengikuti majlis manasik yang diselenggarakan di masing-masing hotel oleh para pembimbing ibadah.

"Bekal keempat, menjaga diri dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, khususnya rofats (kata kotor), fusuq (perbuatan kotor), dan jidal (berkelahi atau berdebat).

Perbanyak zikir, selalu berdoa agar menjadi haji mabrur," imbuhnya.

Fauzin mengimbau jemaah agar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya menjelang keberangkatan ke Arafah.

"Pastikan membawa pakaian, sandal, dan kebutuhan masing-masing secukupnya. Jangan lupa membawa obat bagi jemaah yang masih mengkonsumsi obat, suplemen vitamin, dan kebutuhan lainnya selama berada di Arafah," ucapnya.

Mengingat cuaca di Makkah yang sangat panas, pemerintah juga mengimbau jemaah agar tetap berada di hotel.

Salat 5 waktu untuk sementara dapat dilakukan di musala hotel atau masjid di sekitar hotel. Selain itu, layanan transportasi jemaah di Makkah saat ini telah dihentikan sementara.

"Jaga stamina tubuh dengan istirahat yang cukup, menjaga asupan dengan makan dan minum yang teratur," tandasnya. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#jemaah haji #Ibadah haji #wukuf di Arofah