GORONTALOPOST - Sekitar 337 data warga Indonesia di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diduga bocor dan diperdagangkan di situs Dark Web.
Pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, mengungkap dugaan kebocoran data tersebut melalui akun Twitter pribadinya @secgron pada Minggu (16/7).
Menurutnya, data yang bocor mencakup informasi seperti nama, NIK, nomor KK, tanggal lahir, alamat, nama ayah, nama ibu, NIK ayah, NIK ibu, nomor akta kelahiran/nikah, dan lain-lain.
"Kali ini yang bocor adalah data kita semua di Dukcapil sebanyak 337 juta," ungkap akun Twitter @secgron.
Teguh juga meminta Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri untuk segera mengambil tindakan atas kebocoran data tersebut yang berpotensi merugikan masyarakat.
Respons terhadap kasus ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk melakukan investigasi terkait dugaan kebocoran data.
Peretasan dan kebocoran data di Indonesia bukanlah hal baru.
Data penting masyarakat sering menjadi target para peretas untuk melakukan aksi kejahatan tersebut.
Kasus serupa yang pernah terjadi meliputi dugaan peretasan data paspor WNI, kebocoran data Bank Syariah, kebocoran data BPJS Ketenagakerjaan, serta pengungkapan data pribadi pejabat yang mengalami insiden serupa.(jpg)
Editor : Tina Mamangkey