Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Kajian Ilmiah, Produk Tembakau Alternatif Lebih Aman daripada Rokok, Ada Buktinya?

Tina Mamangkey • Senin, 21 Agustus 2023 | 20:37 WIB
Ilustrasi rokok elektrik. Kajian ilmiah dari dalam dan luar negeri telah membuktikan produk tembakau alternatif memiliki profil risiko yang lebih rendah daripada rokok. (Antara)
Ilustrasi rokok elektrik. Kajian ilmiah dari dalam dan luar negeri telah membuktikan produk tembakau alternatif memiliki profil risiko yang lebih rendah daripada rokok. (Antara)

GORONTALOPOST - Berdasarkan penelitian ilmiah yang dilakukan baik di dalam negeri maupun di luar negeri, produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik atau vape, dan kantong nikotin telah terbukti memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional.

Informasi yang akurat tentang produk ini sangat penting untuk membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok. Tapi apakah ada bukti konkret yang dapat mendukung klaim ini? Berikut adalah fakta-fakta terbaru.

Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Sekolah Farmasi (SF-ITB) telah melakukan studi literatur ilmiah yang berjudul "Kajian Risiko Produk Tobacco Heated System (THS) Berdasarkan Data dan Kajian Literatur." Tujuan utama studi ini adalah untuk menghitung perkiraan tingkat risiko produk tembakau yang dipanaskan.

Profesor Dr. rer. nat. Rahmana Emran Kartasasmita, M.Si., anggota tim peneliti dan Guru Besar SF-ITB, menjelaskan bahwa berdasarkan studi literatur ilmiah, produk tembakau yang dipanaskan memiliki profil risiko yang lebih rendah daripada rokok konvensional.

Meskipun produk ini tidak sepenuhnya bebas risiko, paparan terhadap zat-zat berbahaya dan berpotensi berbahaya dari produk tembakau yang dipanaskan terbukti lebih rendah daripada yang dihasilkan oleh asap rokok.

Dalam kata-katanya, Prof. Emran mengatakan, "Secara sederhana, dengan pendekatan pemanasan, seharusnya jumlah zat berbahaya dan berpotensi berbahaya yang dihasilkan menjadi lebih sedikit, baik secara kualitatif maupun kuantitatif."

Hasil studi dari SF-ITB ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh lembaga-lembaga kesehatan internasional, termasuk Public Health England yang saat ini bernama UK Health Security Agency (UKHSA) dan UK Committee on Toxicology (COT).

Mereka telah menyimpulkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko hingga 90-95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

Selain itu, perlu diingat bahwa produk tembakau yang dipanaskan menggunakan sistem pemanasan, bukan pembakaran seperti yang terjadi pada rokok, sehingga tidak menghasilkan TAR yang bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker. Inilah yang membuat produk tembakau yang dipanaskan berbeda dengan rokok konvensional.

Lebih lanjut, efektivitas produk tembakau alternatif, khususnya rokok elektrik atau vape, dalam membantu perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaan merokok juga diperkuat oleh laporan terbaru dari Cochrane Review yang dirilis pada November 2022.

Laporan ini menunjukkan bahwa perokok dewasa memiliki peluang lebih besar untuk berhenti merokok setelah menggunakan rokok elektrik selama enam bulan dibandingkan dengan menggunakan terapi pengganti nikotin.

Dr. Jamie Hartmaan-Boyce dari Universitas Oxford, yang juga merupakan Editor Cochrane Tobacco Addiction serta penulis laporan Cochrane Review tersebut, menyatakan, "Kami telah mengumpulkan dan menganalisis bukti terkait dari penelitian ilmiah yang paling dapat diandalkan saat ini.

Hasilnya dengan jelas menunjukkan bahwa rokok elektrik memiliki tingkat efektivitas yang lebih tinggi dalam membantu perokok untuk berhenti merokok dibandingkan dengan terapi pengganti nikotin lainnya, seperti permen karet."

Dengan fakta-fakta ini, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, memberikan dukungannya terhadap penggunaan produk tembakau alternatif di Indonesia sebagai salah satu solusi bagi perokok dewasa yang ingin berhenti merokok.

"Sebagian besar produk tembakau alternatif dirancang untuk mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan merokok," kata Paido.

Meskipun demikian, ia menyadari bahwa meyakinkan perokok dewasa untuk beralih ke produk tembakau alternatif bukanlah tugas yang mudah, karena masih banyak informasi yang salah tentang produk ini di masyarakat.

Oleh karena itu, AKVINDO berusaha aktif memberikan edukasi yang akurat dan terpercaya untuk mengurangi opini dan informasi negatif. Selain itu, mereka juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi.

"Sebagai asosiasi konsumen, kami melakukan kampanye pendidikan dan menyebarkan informasi yang dapat membantu masyarakat memahami fakta-fakta tentang produk tembakau alternatif. Dengan kampanye yang kreatif dan persuasif, asosiasi konsumen berharap dapat membangun dukungan dan kepercayaan masyarakat terhadap produk tembakau alternatif," kata Paido. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#tembakau alternatif #ROKOK #rokok elektrik atau konvensional #vape