Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Anies-Cak Imin, Dinamika Politik Pilpres 2024 Semakin Menarik

Tina Mamangkey • Jumat, 1 September 2023 | 15:53 WIB
Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan (Miftahul Hayat)
Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan (Miftahul Hayat)

GORONTALOPOST - Dinamika politik menjelang Pilpres 2024 semakin memanas dengan keputusan mengejutkan dari calon presiden Anies Baswedan dalam menentukan cawapresnya. Anies Baswedan telah mengumumkan Muhaimin Iskandar, yang lebih dikenal sebagai Cak Imin, sebagai pendampingnya dalam pertarungan Pilpres 2024.

Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat sebelumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Demokrat, diyakini sebagai kandidat potensial untuk menjadi cawapres Anies Baswedan.

Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa Anies sebelumnya telah memilih AHY sebagai cawapresnya. Namun, meskipun telah diusung oleh Partai NasDem sebagai Capres sejak 3 Oktober 2022, Anies dan Partai NasDem belum berhasil membentuk koalisi parpol yang memenuhi syarat Presidential Threshold 20 persen hingga 22 Januari 2023.

Dengan dasar persahabatan antara Anies dan AHY, pada 23 Januari 2023, Anies mengundang Partai Demokrat dan PKS untuk menjalin kerja sama politik di sebuah rumah di Jalan Lembang, Jakarta Pusat.

Sementara banyak prediksi muncul mengenai cawapres Anies, termasuk Yenny Wahid, AHY muncul sebagai kandidat kuat. Anies kemudian menghubungi AHY secara langsung pada 12 Juni 2023.

Riefky mengungkapkan bahwa Anies mengatakan kepada AHY bahwa "saya ditelepon beberapa kali oleh ibu saya dan guru spiritual saya, agar segera berpasangan sebagai capres-cawapres Anies-AHY."

Anies juga telah berbicara langsung dengan elite ketiga partai koalisi, yakni Surya Paloh, Salim Segaf Al Jufri, Ahmad Syaikhu, dan bahkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Semua pemimpin partai tersebut dikabarkan menerima keputusan Anies tanpa penolakan.

Anies Baswedan memberikan alasan untuk memilih AHY sebagai cawapresnya. Selain memenuhi semua syarat yang ditetapkan dalam piagam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies menganggap AHY memiliki keberanian untuk menjadi cawapres, meskipun Partai Demokrat menghadapi ancaman pengambilalihan oleh Moeldoko melalui Partai Keadilan (PK) di Mahkamah Agung (MA).

"Anies melihat syarat keberanian ini sebagai syarat utama yang tidak dimiliki oleh kandidat cawapres lainnya," kata Riefky.

Anies juga merasa tidak ada alasan untuk menunda deklarasi karena waktu telah mendesak. Sebagai bukti keseriusannya, ia bahkan menulis surat kepada AHY pada 25 Agustus lalu dengan isi yang mengindikasikan permintaan resmi untuk AHY menjadi cawapresnya.

Meskipun Anies telah mengumumkan Cak Imin sebagai cawapresnya, kenyataannya berbeda dengan apa yang sebelumnya disampaikan. Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengumumkan Anies Baswedan sebagai pasangan Cak Imin, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Anies membenarkan keputusan ini setelah DPP Partai Demokrat mengkonfirmasi informasi tersebut.

Sebagai respons atas keputusan ini, Partai Demokrat menunjukkan kekecewaannya dan bahkan mempertimbangkan untuk keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Meskipun demikian, Sikap ini tidak dianggap sebagai hal yang serius oleh Surya Paloh, Ketua Umum Partai NasDem, yang mempersilahkan keputusan terbaik bagi Partai Demokrat. (jpg)

"Sikap yang paling mendasar adalah menghormati apa yang terbaik bagi Partai Demokrat," kata Surya Paloh.

Surya Paloh juga menegaskan bahwa KPP masih dapat bertahan jika Partai Demokrat memutuskan untuk keluar, karena NasDem masih dapat berkoalisi dengan PKS. Namun, nasib KPP ke depannya masih menjadi tanda tanya besar.

"Sampai hari ini, koalisi masih ada, besok pagi masih ada, atau setengah ada, kita belum tahu juga," ungkap Surya Paloh. (jpg)

 
 
 
Editor : Tina Mamangkey
#Muhaimin Iskandar #Pilpres 2024 #Demokrat #AHY #PKB #cak imin #Anies Baswedan