GORONTALOPOST - Aparat keamanan TNI-Polri bersama masyarakat telah berhasil mengevakuasi pesawat milik PT. Asian One yang mengalami rem blong saat melakukan proses pendaratan di Bandara Kenyam, ibukota Kabupaten Papua Pegunungan, pada hari Senin (9/10).
Menurut Kapolres Nduga, Kompol VJ Parapaga, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 WIT akibat masalah pada sistem rem saat pesawat dengan kode penerbangan PK-LTF tersebut mencoba mendarat. Pesawat ini diterbangkan oleh pilot Mahesa Casandhika Riyadi dan Co Pilot Gerry Hoakay, yang sebelumnya tiba di Bandara Kenyam sekitar pukul 11.30 WIT.
Setelah mendarat dan masuk ke runway 04, pesawat tersebut diinstruksikan untuk melakukan putar balik ke arah kiri. Namun, masalah dengan sistem rem menyebabkan pesawat keluar dari ujung runway.
Pukul 12.15 WIT, tim berhasil berhasil mengevakuasi pesawat Asian One dari ujung runway tanpa mengakibatkan korban jiwa dalam insiden ini. Pesawat ini membawa enam penumpang, yaitu Agus, Linda, Tenius, Irwan, Otomi, dan Adolof.
"Penyidik sempat meminta keterangan dari pilot dan co-pilot," ujar Kompol VJ Parapaga, seperti yang dikutip dari Antara.
Kompol Parapaga juga menambahkan bahwa setelah dilakukan perbaikan sekitar pukul 14.11 WIT, pesawat PK-LTF kembali lepas landas menuju Timika.
"Kini pesawat PK-LTF milik Asian One telah tiba dan saat ini berada di Timika," ungkap Kapolres.
PT. Asian One Air didirikan pada tahun 2012 dan memegang AOC (Air Operator Certificate) nomor 135-007.
Sebagaimana dikutip dari laman resmi PT Asian One Air, maskapai ini mengoperasikan 3 pesawat, termasuk 2 pesawat jenis Caravan C208B yang beroperasi di sekitar Kalimantan dan Papua. Sejak tahun 2018, Asian One berkantor di daerah Jakarta utara karena alasan representasi. Saat ini, Asian One menguasai 5 pesawat, termasuk 4 pesawat jenis Caravan dan 1 Helikopter AS 350 yang beroperasi di Timika dan sekitarnya.
Maskapai Asian One memiliki beberapa basis operasi, termasuk di Nabire, Timika, dan Dekai, yang didukung oleh 7 pilot, 6 engineer, 2 teknisi avionik, dan sekitar 30 staf serta pendukung lainnya.
Pada awalnya, maskapai ini hanya melayani penerbangan charteran saja, tetapi karena meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam bidang transportasi udara, pada tahun 2019, Asian One Air mulai melayani penerbangan perintis di Dekai dan Timika. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey