Gorontalopost, GORONTALO – Pasca beberapa bulan ke depan akan melepaskan jabatan Presiden RI, Projo Gorontalo berharap Jokowi tidak berhenti dari dunia politik di Indonesia.
Baca Juga: Polresta Gorontalo Tetapkan 12 Orang Tersangka Kasus Penikaman di Eks Terminal Andalas
"Saran dan pendapat Jokowi masih sangat dibutuhkan Indonesia dalam rangka mewujudkan Indonesia emas 2045.
Jadi sungguh sayang kalau kemudian Jokowi berhenti dari dunia politik setelah bukan presiden.
Saran dan pendapatnya, masih sangat dibutuhkan,” ungkap Ketua DPD Projo Gorontalo Syamsul Bachri Umar, ST, kepada media ini, Rabu (15/05/2024).
Baca Juga: Dirlantas Warning, Sepeda Listrik Dilarang Beroperasi di Luar Kawasan Khusus/
Menurut Syamsul Bachri Umar, ke depan, Jokowi dapat menjadi Bapak Bangsa atau Ketum Partai Politik (Parpol).
"Tapi lebih baik Jokowi jadi Ketum Parpol. Tentunya Ketum Parpol anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM),"ungkapnya.
Dimana Ketum Parpol punya pengaruh yang signifikan terhadap pemerintah.
Karena secara resmi, Ketum Parpol punya kader-kader jadi anggota DPR dan DPRD yang merupakan bagian dari pemerintah itu sendiri. Selain itu, tentu ada juga kader yang jadi menteri.
Baca Juga: Perkuat Silaturahmi, Kapolda Gorontalo Terima Kunjungan Projo Gorontalo
“Kalau di PSI, sudah ada Kaesang di sana. Di Golkar juga boleh. Golkar itu kan partai besar dan berpengalaman. Di KIM itu, partainya keren-keren. Ada PAN, Gerindra dan Golkar. Ketiganya juga baik,” ungkap Syamsul.
Dengan menjadi Ketum Parpol KIM, Jokowi bisa langsung berinteraksi dengan presiden untuk memberikan saran dan pendapat.
Ketum Parpol juga punya kewenangan untuk memerintahkan kader-kadernya di DPR dan DPRD untuk mendukung kebijakanpemerintah. (Mg-02).
Editor : Azis Manansang