Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Musim Haji Paling Mematikan: Ribuan Jemaah Tewas di Panas Ekstrem Arab Saudi, Jenazah Dimakamkan di Tanah Suci

Priska Watung • Senin, 24 Juni 2024 | 15:00 WIB
ilustrasi
ilustrasi

GORONTALOPOST- Lebih dari 1.000 orang meninggal dunia selama ibadah haji tahun ini, di tengah terjangan panas ekstrem yang melanda hampir dua juta jemaah yang berpartisipasi dalam ziarah tahunan umat Muslim ke Mekah.

Gelombang panas ekstrem yang melanda Arab Saudi menjadi salah satu faktor utama penyebab kematian tersebut. Suhu di Mekkah tercatat mencapai 51 hingga 53 derajat Celcius di beberapa wilayah pada musim haji tahun ini, menyebabkan banyak jemaah yang tumbang akibat tidak kuat menahan kenaikan suhu drastis.

Dikutip dari Reuters, mayoritas korban meninggal adalah warga Mesir. Sumber keamanan dan medis mengatakan pada hari Minggu bahwa jumlah korban meninggal dari Mesir telah meningkat menjadi 672 orang, sementara 25 orang lainnya masih hilang.

Data pemerintah Indonesia mencatat sebanyak 236 jemaah Indonesia meninggal dunia, sementara Badan Urusan Luar Negeri India melaporkan 98 warga negara India meninggal selama ibadah haji. Korban meninggal lainnya dilaporkan berasal dari Tunisia, Yordania, Iran, dan Senegal, menjadikan total korban meninggal tahun ini setidaknya 1.114 orang.

Satuan krisis Mesir yang ditugaskan untuk menyelidiki situasi ini mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menangguhkan lisensi 16 perusahaan pariwisata dan merujuk mereka ke jaksa penuntut umum, menuduh perusahaan-perusahaan tersebut bertanggung jawab atas kematian yang sebagian besar menimpa jemaah yang tidak terdaftar dalam sistem resmi.

Jemaah haji yang meninggal dunia saat melakukan ibadah di Tanah Suci tidak bisa dibawa pulang ke negara asalnya. Pemerintah Arab Saudi khawatir soal kondisi jenazah yang mudah membusuk selama perjalanan pulang dan juga menyoroti rumitnya proses administrasi.

Oleh karena itu, jemaah haji yang meninggal dunia lebih dianjurkan untuk dimakamkan di Tanah Suci sesuai prosedur pemerintah Arab Saudi.

Langkah pertama jika menemukan jemaah haji yang meninggal dunia adalah melaporkan kepada ketua kloter jemaah tersebut. Setelah terlapor, Kementerian Haji Arab Saudi akan membuat surat kematian dari rumah sakit atau Certificate of Death (CoD).

Setelah proses administrasi di dalam Arab Saudi selesai, pengurusan dokumen akan diarahkan ke konsulat Negara asal di Jeddah, termasuk surat izin pemakaman.

Proses pemakaman jemaah haji akan diurus oleh Muassasah, lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah Arab Saudi untuk mengurus berbagai hal soal proses ibadah haji para jemaah.

Setiap wilayah memiliki Muassasah sendiri sebagai penanggung jawab jika terjadi hal di luar dugaan yang dialami jemaah haji. Begitu pula dengan urusan jenazah jemaah haji, seperti proses pemandian hingga penguburan dilakukan atas izin Muassasah dan didampingi pemulasaran jenazah.

Tragedi haji tahun ini menjadi pengingat akan pentingnya persiapan fisik dan mental bagi para jemaah, serta kesiapan pemerintah dan lembaga terkait dalam menghadapi kondisi ekstrem.

Editor : Priska Watung
#Muassasah #Panas Ekstrem #Arab Saudi #Haji 2024 #mekkah panas #jemaah haji meninggal dunia #tanah suci #Mekkah dan Madinah #jenazah