GORONTALOPOST - Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa bakti 2024-2029 di Gedung MPR menyimpan momen yang penuh makna, terutama bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam analisis mikro ekspresi oleh pakar gestur dan mikro ekspresi, Monica Kumalasari dari Paul Ekman International di Manchester, Inggris, terungkap bahwa Gibran menunjukkan ekspresi kesedihan yang signifikan saat mengucapkan sumpah jabatan.
Monica menjelaskan, "Saat sumpah wakil presiden justru didominasi emosi ‘sad’.
Kesedihan itu terjadi jika seseorang kehilangan sesuatu. Kehilangan apakah? Mungkin kehilangan kebebasannya." Ungkapan ini memberikan gambaran mendalam tentang apa yang mungkin dirasakan Gibran di momen penting tersebut.
Di usia yang belum genap 40 tahun, ia kini dihadapkan pada tanggung jawab besar yang melampaui batasan pribadinya dan harus memikirkan isu-isu global dalam konteks kenegaraan.
Lebih jauh, Monica menilai ekspresi kesedihan Gibran dapat dikaitkan dengan kehilangan dukungan 'power' dari ayahnya, Joko Widodo, yang selama ini menjadi pendampingnya dalam dunia politik. Hal ini menunjukkan betapa beratnya beban yang harus dipikul Gibran setelah mengemban jabatan tinggi ini.
Ekspresi yang ditampilkan Gibran saat pelantikan sangat berbeda dengan emosinya pada hari-hari biasa. "Gibran lebih dominan menunjukkan emosi sedih dan hanya sedikit menampilkan emosi kebahagiaan," lanjut Monica.
Meskipun pandangan kasat mata mungkin tidak menemukan perbedaan yang mencolok, analisis mikro ekspresi mengungkapkan ada dinamika emosional yang dalam.
Dalam konteks foto dan video kenegaraan, Monica mengamati adanya intensitas emosi yang tinggi. "Ini kemungkinan karena harus mengambil foto yang formal untuk kenegaraan, namun terlihat ekspresi yang dibuat sehingga menjadi obstruktif." Ia menjelaskan bahwa emosi obstruktif yang muncul justru meningkatkan intensitas emosional yang ditunjukkan Gibran. "Kalau obstruktif berarti berusaha menciptakan citra tertentu," tambahnya.
Monica juga membandingkan perjalanan karier politik Gibran dengan Prabowo Subianto, yang telah melalui perjalanan selama 20 tahun untuk mencapai posisinya. "Ekspresi obstruktif dari Gibran bisa jadi karena hal yang dicapai tidak seberat perjuangan Prabowo. Ini menciptakan kesan yang kurang organik dalam mikro ekspresinya."
Meskipun demikian, saat memasuki gedung MPR, baik Prabowo maupun Gibran menunjukkan gestur percaya diri yang tinggi.
Dalam suasana formal dengan pakaian resmi, kepercayaan diri mereka meningkat, ditunjukkan dengan postur tubuh yang tegap saat berhadapan dengan para tamu undangan.
Pelantikan ini dihadiri oleh 732 anggota MPR RI, serta tokoh nasional, pimpinan partai politik, dan perwakilan negara sahabat. Dalam sidang paripurna yang berlangsung di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Jakarta, Prabowo dan Gibran mengucapkan sumpah jabatan dengan harapan dan tantangan yang dihadapi di depan mereka. (antara)
Editor : Tina Mamangkey