Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Rumah Pewaris: Menjaga Tradisi dan Nilai Luhur Masyarakat

Priska Watung • Rabu, 4 Desember 2024 | 21:24 WIB
sebuah rumah adat walewangko
sebuah rumah adat walewangko

GORONTALOPOST - Rumah adat Walewangko, yang juga dikenal sebagai Rumah Pewaris, merupakan salah satu simbol kebanggaan suku Minahasa yang terletak di Sulawesi Utara. Rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah dan filosofi. Dengan desain yang khas, Rumah Walewangko mencerminkan kearifan lokal dan keyakinan masyarakat Minahasa terhadap alam, kehidupan, dan spiritualitas. Setiap elemen dalam rumah ini dirancang dengan tujuan tertentu, yang tidak hanya sekadar estetika, tetapi juga memiliki makna mendalam terkait dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Desain Simetris
Salah satu ciri khas utama dari Rumah Walewangko adalah desainnya yang simetris, terutama pada bagian fasad depan rumah. Keindahan simetris ini bukan hanya untuk menunjukkan keseimbangan visual, tetapi juga mencerminkan harmoni dan kesejahteraan dalam kehidupan sosial masyarakat Minahasa. Desain ini menandakan bahwa dalam kehidupan, segala sesuatunya harus berjalan dalam keseimbangan, baik dalam aspek spiritual maupun material.

Dua Tangga Berlawanan
Pada bagian depan rumah, terdapat dua tangga yang arahnya saling berlawanan. Keberadaan dua tangga ini bukan hanya sebagai akses masuk ke dalam rumah, tetapi memiliki nilai spiritual yang sangat penting. Menurut tradisi, dua tangga ini berfungsi untuk mengusir roh jahat yang mungkin akan mengganggu penghuni rumah. Dengan demikian, tangga ini menjadi simbol perlindungan dan keamanan bagi keluarga yang tinggal di rumah tersebut.

Pagar Berukir
Pagar yang mengelilingi rumah Walewangko juga dihiasi dengan ukiran khas yang memberikan kesan artistik dan bernilai tinggi. Ukiran tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pembatas fisik, tetapi juga sebagai lambang dari identitas dan tradisi masyarakat Minahasa. Setiap ukiran di pagar Rumah Walewangko memiliki filosofi tertentu yang melambangkan kekuatan, keberanian, dan ketahanan.

Tiang Penyangga
Rumah Walewangko dibangun di atas tiang yang kokoh dan balok kayu, dengan tiang-tiang tersebut tidak boleh disambung. Prinsip ini memiliki makna simbolis yang sangat penting bagi masyarakat Minahasa. Tiang yang tidak disambung melambangkan kekuatan dan keteguhan. Masyarakat Minahasa percaya bahwa tiang-tiang tersebut menjadi penopang yang kuat bagi kehidupan keluarga, yang juga harus berdiri teguh dan tidak mudah rapuh meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Kolong Rumah
Kolong rumah Walewangko memiliki fungsi praktis, yaitu sebagai tempat penyimpanan hasil panen atau barang-barang berharga. Ini mencerminkan kehidupan agraris masyarakat Minahasa yang sangat bergantung pada hasil pertanian mereka. Selain itu, kolong rumah juga berfungsi sebagai ruang yang aman dan terlindung dari gangguan luar, mengingat pentingnya keberlanjutan dan keamanan hasil bumi bagi kelangsungan hidup keluarga.

Ornamen Rumah
Sebagian besar sudut rumah Walewangko dihiasi dengan ornamen yang melambangkan keberanian. Ornamen-ornamen ini, yang biasanya berwarna merah, tidak hanya memperindah tampilan rumah tetapi juga mencerminkan semangat juang dan keberanian masyarakat Minahasa. Warna merah pada ornamen ini dipercaya melambangkan keberanian dalam menghadapi berbagai rintangan hidup serta keteguhan dalam menjalani tradisi dan budaya yang telah diwariskan turun temurun.

Secara keseluruhan, Rumah Walewangko adalah sebuah karya arsitektur yang penuh dengan makna dan simbolisme. Setiap elemen dalam rumah ini menggambarkan filosofi kehidupan yang mendalam dan kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Minahasa. Rumah ini bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai simbol dari kekuatan, perlindungan, dan keberanian yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan begitu, Rumah Walewangko tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga menjadi warisan budaya yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat Minahasa hingga saat ini. (Artha)

Editor : Priska Watung
#Walewangko #Sejarah #Adat #rumah adat #Nilai #desain #tradisi #rumah #budaya