GORONTALOPOST - Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali berulah dan menciptakan ketegangan di malam Natal pada Selasa (24/12).
Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 18.40 WIT, ketika seorang warga sipil berinisial AT menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh kelompok tersebut.
Peristiwa tersebut berlangsung di Jalan Kago-Kimak, Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
Berdasarkan laporan yang diterima oleh Kodam XVII/Cenderawasih, penyerangan terhadap AT dilakukan secara tiba-tiba tanpa adanya pemicu.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Infanteri Candra Kurniawan, menjelaskan bahwa peristiwa tragis itu terjadi saat korban sedang menutup kiosnya. "OPM menembak korban yang mengenai dada, menyebabkan korban meninggal dunia meskipun sempat dievakuasi ke RSUD Ilaga," ungkapnya.
Candra juga menambahkan bahwa kelompok OPM datang secara mendadak dan langsung mengarahkan senjata api ke arah korban.
Aksi ini menunjukkan betapa kejamnya tindakan yang dilakukan oleh kelompok tersebut, yang tidak memperhitungkan suasana damai di malam Natal.
Setelah penembakan terjadi, aparat keamanan dari TNI dan Polri segera bergerak ke lokasi kejadian untuk mengejar para pelaku.
Kolonel Candra Kurniawan menyatakan bahwa tindakan OPM ini telah merusak kedamaian Natal di Kabupaten Puncak.
“OPM sebagai pelaku penembakan ini telah menodai perayaan Natal warga. Saat ini pengejaran dilakukan oleh aparat keamanan TNI-Polri,” jelasnya.
Ia juga mengecam keras aksi OPM yang dinilai sudah di luar batas kemanusiaan. "OPM sangat keterlaluan karena mengancam warga yang sedang dalam nuansa Natal," tambahnya.
Tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan unsur pimpinan di Papua sebenarnya telah bekerja keras untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman selama perayaan Natal.
Namun, aksi teror dari kelompok OPM tetap saja terjadi, menyebabkan seorang warga yang tidak berdosa kehilangan nyawanya.
Jenazah korban direncanakan akan dievakuasi ke Kabupaten Mimika untuk proses lebih lanjut. Hingga saat ini, aparat keamanan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok OPM yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey