GORONTALOPOST - Harga cabai di Indonesia mengalami lonjakan signifikan sejak akhir tahun 2024 hingga awal 2025. Pemerintah mengambil langkah serius dalam mengendalikan harga yang melonjak akibat gagal panen selama musim hujan, dengan tujuan menjaga daya beli masyarakat.
Menurut data Bank Indonesia (BI) per 15 Januari 2025, harga cabai mengalami kenaikan tajam:
Cabai Merah:
18 Desember 2024: Rp40.900
25 Desember 2024: Rp47.600
1 Januari 2025: Rp57.650
8 Januari 2025: Rp57.200
15 Januari 2025: Rp56.350
Cabai Rawit:
18 Desember 2024: Rp46.850
25 Desember 2024: Rp54.750
1 Januari 2025: Rp62.200
8 Januari 2025: Rp74.150
15 Januari 2025: Rp74.200
Harga tersebut merupakan rata-rata nasional di tingkat konsumen dan menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan.
Penyebab Kenaikan Harga Cabai
Kenaikan harga cabai ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu:
- Cuaca Ekstrem dan Bencana
Musim hujan yang berkepanjangan menyebabkan gagal panen dan terganggunya produksi.
- Serangan Hama
Serangan hama terjadi secara merata di berbagai daerah, mengurangi hasil panen.
- Masa Habis Panen
Beberapa sentra produksi cabai telah memasuki masa habis panen, sementara sentra lainnya belum siap memasuki masa panen baru.
Untuk mengatasi lonjakan harga ini, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan berbagai langkah strategis, antara lain:
- Subsidi Transportasi
Pemerintah memberikan subsidi transportasi untuk mengurangi biaya distribusi dari sentra produksi ke daerah dengan harga tinggi.
- Gerakan Pangan Murah
Menggelar program pangan murah dengan menyediakan cabai harga terjangkau di berbagai titik.
- Fasilitas Distribusi
Menyediakan fasilitas distribusi pangan langsung dari petani ke konsumen melalui toko mitra tani.
- Budidaya Cabai Rumah Tangga
Mengajak masyarakat membudidayakan cabai di pekarangan rumah untuk membantu menekan permintaan pasar.
- Budidaya di Green House
Mendorong penggunaan teknologi green house untuk mencegah gagal panen akibat cuaca ekstrem.
Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif dalam menjaga stabilitas harga cabai. Menurutnya, dengan koordinasi bersama stakeholder pangan, stabilitas pasokan dan harga dapat dijaga, sehingga inflasi pun tetap terjaga. (*/antara)
Editor : Tina Mamangkey