Gorontalopost, JEDDAH – Dunia penerbangan kembali diguncang ketegangan usai kabar ancaman bom terhadap pesawat milik Saudi Airlines beredar luas.
Meski belum ada laporan resmi terkait insiden ledakan, kabar ini memicu kekhawatiran luas, khususnya di kalangan jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Lantas, bagaimana kondisi jemaah haji asal Gorontalo?
Baca Juga: DPD KNPI Gorontalo Resmi Dilantik, Gubernur Dukung Diklat Kepemudaan dan Konsep Aktivispreneur
Menurut laporan terkini dari Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Jemaah Gorontalo dalam kondisi aman dan tidak terdampak langsung oleh insiden ancaman tersebut.
Mereka tetap menjalankan rangkaian ibadah sesuai jadwal dengan pengamanan yang ditingkatkan.
“Kami pastikan seluruh jemaah asal Gorontalo berada di lokasi aman. Jadwal penerbangan dan mobilisasi tidak terganggu.
Kami terus berkoordinasi dengan pihak keamanan Arab Saudi,” ujar seorang petugas PPIH dari Mekkah.
Pihak Kementerian Agama RI juga menegaskan bahwa informasi soal ancaman bom sudah ditindaklanjuti oleh otoritas keamanan Saudi.
Hingga kini, belum ada temuan bahan peledak, dan penerbangan Saudi Airlines tetap beroperasi dengan pengamanan maksimal.
Baca Juga: Jet B-2 Bomber Hantam Situs Nuklir Iran, AS Gunakan Bom Penghancur Bunker di Serangan Rahasia
Di sisi lain, bandara di Jeddah dan Madinah mulai menerapkan sistem pemeriksaan ganda bagi seluruh penerbangan komersial dan haji.
Deteksi logam, pemeriksaan bagasi ekstra, hingga patroli militer ditingkatkan untuk mencegah kemungkinan gangguan keamanan.
Masyarakat diimbau untuk tidak terpancing informasi hoaks dan selalu mengikuti perkembangan dari sumber resmi seperti Kemenag, KJRI, maupun otoritas penerbangan Arab Saudi.
Adapun sebelumnya ancaman bom terjadi pada pesawat Saudi Airlines nomor penerbangan SVA 5688.
Dengan rute Jeddah-Musticat-Surabaya yang mengangkut rombongan jemaah Haji asal Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu, 21 Juni 2025.
Akibatnya, pesawat itu melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Whisnu Hermawan Februanto, mengonfirmasi kejadian itu dan penumpang segera dievakuasi.
"Pengecekan oleh team jibom Sat Brimob Polda Sumut," kata Whisnu saat dikonfirmasi.
Baca Juga: Bhayangkara Drag Competition 2025 Resmi Dibuka, Wakapolda Dorong Budaya Tertib Berkendara
Di kesempatan lain Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma I Nyoman Suadnyana.
Menjelaskan kronologis pesawat yang mendapatkan ancaman bom pada 08.55 WIB.
"Sekitar pukul 08.55 WIB diperoleh informasi dari Airnav Kualanamu bahwa Pilot Saudi Arabia mendapatkan ancaman BOM," kata Marsma I Nyoman.
Dari ancaman itu, pilot langsung berkoordinasi dengan Airnav untuk mendarat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.(Jpc)
Editor : Azis Manansang