Gorontalopost, JAKARTA – Nama Nadiem Anwar Makarim, yang dulu dielu-elukan sebagai ikon sukses anak muda Indonesia.
Karena membangun Gojek. Kini berubah menjadi sorotan tajam publik.
Baca Juga: Festival Walima 2025: Ribuan Kue Kolombengi Hiasi Desa Wisata Religi Bongo Gorontalo
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek ) itu.
Resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek Digitalisasi Pendidikan 2019–2022.
Penetapan status hukum ini diumumkan oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung.
Pada tanggal 4 September 2025, setelah Nadiem menjalani pemeriksaan ketiga sebagai saksi.
Kasus yang menyeret Nadiem terkait pengadaan laptop Chromebook untuk sekolah-sekolah.
Proyek yang sejak awal menuai jaminan publik karena nilai anggaran jumbo namun realisasinya dianggap penuh masalah.
Prof Rhenald Kasali, ekonom senior sekaligus guru besar UI, juga angkat bicara soal kasus ini.
Dikutif dalam sebuah video di kanal YouTube-nya, ia mengungkapkan kekecewaan yang mendalam.
Terhadap sosok yang dulunya dianggap sebagai harapan baru bagi birokrasi Indonesia.
"Apa yang kalian rasakan melihat seorang menteri pendidikan anak muda sukses dari dunia startup hari ini diborgol karena korupsi?" tanya Rhenald dalam videonya.
Ia menyampaikan bahwa pencapaian besar Nadiem sebagai pendiri Gojek, yang bahkan dilirik investor internasional.
Justru hancur karena ambisi masuk ke dunia politik tanpa bekal pemahaman yang cukup soal realita pendidikan di negeri sendiri.
“Sekolahnya di luar negeri, suksesnya di sektor swasta. Tapi ketika masuk ke ruang publik, justru tidak paham nasib guru-guru kita yang terseok-seok,” lanjutnya.
Menurut Rhenald, Nadiem adalah contoh nyata bahwa jabatan publik bukan sekadar prestise, tetapi amanah berat yang menuntut integritas.(JP)
Editor : Azis Manansang