Gorontalopost,JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG)bakal diperluas mulai tahun 2026.
Tidak hanya murid sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, kini guru sekolah serta relawan posyandu juga akan masuk daftar penerima manfaat.
Baca Juga: Karyawan Hotel, Restoran, dan Kafe Bergaji di Bawah Rp10 Juta Bebas PPh 21 hingga 2026
Perluasan penerima ini sudah mendapat persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan telah diakomodasi dalam anggaran Badan Gizi Nasional (BGN).
Sekretaris BGN, Sarwono, menyebut lonjakan penerima otomatis membuat biaya program naik signifikan.
"Seiring dengan adanya peningkatan anggaran BGN pada 2026, usulan pemberian MBG bagi guru sekolah dan relawan posyandu telah disetujui," ujarnya.
Jika pada tahun 2025 alokasi MBG hanya sekitar Rp71 triliun, maka pada 2026 anggaran dipastikan membengkak menjadi Rp286 triliun.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan program ini akan menelan biaya sekitar Rp1,2 triliun setiap hari mulai Januari 2026.
Dana tersebut ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat.
"Dengan perluasan ini, masyarakat yang menjadi tulang punggung pendidikan dan kesehatan seperti guru serta relawan posyandu juga bisa ikut merasakan manfaat MBG," kata Dadan.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Segera Dibangun di Gorontalo, Lahan 7,6 Hektar di Pulubala Disiapkan
Sejak diluncurkan, MBG telah melayani sekitar 23 juta penerima hingga 28 Agustus 2025.
Dengan adanya perluasan, jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat drastis di tahun mendatang.
Program MBG disebut-sebut sebagai salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo yang berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.(JP).
Editor : Azis Manansang