Gorontalopost, JAKARTA – Kursi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditinggalkan Erick Thohir kini resmi diisi oleh Dony Oskaria sebagai pelaksana tugas (Plt).
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang menegaskan.
Presiden Prabowo mempercayakan posisi strategis ini kepada Dony, sosok yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri (Wamen) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara.
“Pak Presiden menilai pengalaman dan kapasitas Dony Oskaria bisa mempercepat langkah
perbaikan BUMN.
Apalagi beliau juga memegang peran penting di Danantara,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Istana Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Dony bukan wajah asing di dunia bisnis dan BUMN. Lahir di Tanjung Alam, Sumatera Barat pada 26 September 1969.
Ia pernah menempuh kuliah Akuntansi di Universitas Andalas sebelum akhirnya pindah dan meraih gelar Sarjana Hubungan Internasional di Universitas Padjajaran pada 1994.
Perjalanan kariernya dimulai dari bawah, sebagai staf call center di Bank Universal, hingga
dipercaya memimpin divisi personal banker.
Tahun 2004 ia hijrah ke Bank Mega, lalu menyeberang ke industri aviasi bersama Garuda Indonesia saat CT Corp masuk ke perusahaan penerbangan itu.
Namanya makin dikenal ketika menjabat Wakil Direktur Utama Garuda (2020–2021), kemudian dipercaya menjadi Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney)
pada 2021–2024.
Di luar BUMN, Dony juga co-founder RANS Entertainment, perusahaan media milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
Pada periode kabinet Prabowo, Dony menjabat Wamen BUMN (2024–2029) sebelum ditunjuk sebagai COO Danantara dan kini Plt Menteri BUMN.
Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2024 yang diserahkan ke KPK,
Dony tercatat memiliki total aset Rp49 miliar dengan utang Rp15,5 miliar, sehingga bersihnya Rp33,5 miliar.
Asetnya meliputi tanah dan bangunan senilai Rp19,8 miliar, dua mobil mewah yakni Toyota Alphard.
Dan Mini Cooper Rp2,7 miliar, harta bergerak Rp840 juta, surat berharga Rp14,9 miliar, serta kas Rp10,6 miliar.(JP).
Editor : Azis Manansang