Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Defisit APBN 2025 Tembus Rp 321,6 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Fiskal Masih Aman

Azis Manansang • Selasa, 23 September 2025 | 00:34 WIB

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk pertama kalinya melaporkan kondisi fiskal usai resmi dilantik.(F:dok-Kemenkeu)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk pertama kalinya melaporkan kondisi fiskal usai resmi dilantik.(F:dok-Kemenkeu)

Gorontalopost, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk pertama kalinya melaporkan kondisi fiskal usai resmi dilantik.

Dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi september 2025, Senin (22/9/2025), Purbaya mengungkapkan bahwa APBN 2025 mencatat defisit sebesar Rp 321,6 triliun atau setara 1,35 persen dari PDB.

Baca Juga: Inggris Akui Palestina Dunia Beri Harapan, Israel Balas dengan Ancaman Aneksasi Tepi Barat

“Defisit memang melebar, tapi masih jauh di bawah batas aman yang sudah ditetapkan
dalam APBN 2025,” ujar Purbaya.

Defisit ini naik signifikan bila dibandingkan dengan periode Agustus 2024 yang hanya
Rp153,4 triliun atau 0,69 persen dari PDB.

Bahkan dibanding Juli 2025, angka defisit juga melebar dari Rp283,6 triliun (0,84 persen PDB).

Meski begitu, Purbaya menegaskan kondisi fiskal tetap terkendali. Target defisit tahun ini dipatok Rp 662 triliun atau 2,78 persen dari PDB.

Sehingga realisasi defisit per Agustus baru menyentuh 52,2 persen dari pagu..

“Masih ada ruang untuk mengakselerasi belanja pemerintah agar keseimbangan primer tetap sesuai rencana. Itu akan jadi fokus kami hingga akhir tahun,” jelasnya.

*Pendapatan Negara Menurun

Hingga Agustus 2025, penerimaan negara hanya mencapai Rp1.638,7 triliun atau 57,2 persen dari target, turun 7,8 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Baca Juga: DPRD Gorontalo Pasang Badan Dukung Duta Parlemen Remaja 2025, Thomas Mopili Kritik DPR RI

*Perpajakan: Rp1.330,4 triliun (55,7% target), turun 3,6% yoy

* Pajak: Rp1.135,4 triliun (54,7%), turun 5,1%

* Bea cukai: Rp194,9 triliun (62,8%), tumbuh 6,4%

* PNBP:** Rp306,8 triliun (64,3%), turun tajam 20,1% yoy


*Belanja Negara Masih Tumbuh

Total belanja negara hingga Agustus 2025 mencapai Rp1.960,3 triliun atau 55,6
persen dari pagu, naik tipis 1,5 persen dibanding tahun lalu.

* Belanja pemerintah pusat: Rp1.388,8 triliun (+1,5%)

* Kementerian/Lembaga: Rp686 triliun (turun 2,5%)

* Non-K/L: Rp702,8 triliun (naik 5,6%)

* Transfer ke daerah: Rp571,5 triliun (+1,7%)


*Keseimbangan Primer Masih Surplus

Menariknya, meski defisit melebar, APBN masih mencatat surplus keseimbangan primer
Rp22 triliun.

Surplus ini menunjukkan penerimaan negara masih mampu menutup pengeluaran di luar pembayaran bunga utang.

“Dengan posisi ini, kondisi fiskal kita masih solid dan terkendali. Keseimbangan primer
surplus menjadi indikator positif,” pungkas Purbaya.(JP).

Editor : Azis Manansang
#Kementerian Keuangan #APBN 2025 #EkonomiNasional #Purbaya Yudhi Sadewa #EkonomiIndonesia #defisit apbn