GORONTALOPOST- Pelatihan Pengembangan Instruktur Pengoperasian Kapal Kecil Multi-Negara atau Small Boat Operations – Instructor Development Course (SBO-IDC) pertama sukses diselenggarakan oleh Penjaga Pantai Amerika Serikat (United States Coast Guard/USCG) bekerja sama dengan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (BAKAMLA RI). Kegiatan ini mendapat dukungan dari Badan Urusan Narkotik dan Penegakan Hukum Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Bureau of International Narcotics and Law Enforcement Affairs/INL).
Pelatihan berlangsung selama dua minggu, sejak 19 hingga 30 Januari 2026, bertempat di Pusat Pelatihan Anambas BAKAMLA, Pangkalan BAKAMLA Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan ini secara resmi ditutup pada 30 Januari 2026.
Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Direktur INL Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Aqueelah Johnson, bersama Kepala Zona Barat BAKAMLA, Laksamana Muda Bambang Trijanto. Pelatihan ini dipimpin oleh Spesialis Penegak Hukum Maritim (MECS) Shane Goudswaard dari Kepala Tim Pelatihan Penjaga Pantai AS Asia Tenggara (Southeast Asia Training Team/SEATT).
Sebagai bagian dari program pelatihan, lima instruktur dari USCG memberikan materi kepada para penegak hukum maritim dari empat negara. Peserta pelatihan terdiri dari enam personel BAKAMLA RI, dua personel Lembaga Penegakan Hukum Maritim Malaysia, dua personel Penjaga Pantai Filipina, serta dua personel Penjaga Pantai Vietnam.
Keikutsertaan peserta lintas negara ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama kawasan serta meningkatkan interoperabilitas dalam menghadapi tantangan keamanan maritim. Kolaborasi ini juga menegaskan peran Amerika Serikat dan negara-negara mitra dalam mendukung terwujudnya kawasan Indo-Pasifik yang aman, terjaga, dan makmur.
Instruktur USCG dari SEATT dan Pusat Pelatihan USCG Yorktown untuk pertama kalinya memberikan pelatihan pengoperasian kapal kecil multi-negara di Indonesia. Pelatihan ini bertujuan mempersiapkan operator kapal kecil agar mampu menjadi instruktur yang efektif di institusi masing-masing.
Materi pelatihan difokuskan pada kompetensi penting pengoperasian kapal kecil, antara lain navigasi dasar, teknik penanganan kapal, serta manajemen risiko operasional. Selain itu, peserta juga dibekali skenario penanganan insiden orang jatuh ke laut, kesadaran terhadap kelelahan awak kapal, serta manajemen mabuk laut, guna memastikan standar keselamatan dan efektivitas operasional yang tinggi.
“Amerika Serikat mengapresiasi kemitraan yang kuat dengan BAKAMLA dan badan-badan maritim di kawasan,” ujar Direktur INL Kedutaan Besar AS di Jakarta, Aqueelah Johnson.
Pelatihan ini dilaksanakan di Pusat Pelatihan BAKAMLA Anambas, fasilitas yang dibangun melalui pembiayaan dari Amerika Serikat dan secara resmi diserahterimakan kepada BAKAMLA pada Januari 2024. Dalam kegiatan ini, BAKAMLA berperan sebagai tuan rumah sekaligus menyediakan akomodasi bagi enam peserta internasional.
Kegiatan SBO-IDC ini merupakan kelanjutan dari kerja sama antara BAKAMLA dan USCG yang telah terjalin sebelumnya, termasuk pelatihan operator kapal kecil pada 2023. Pelatihan ini menegaskan komitmen berkelanjutan Indonesia, Amerika Serikat, dan mitra kawasan dalam memerangi kejahatan transnasional terorganisasi serta mendorong terciptanya kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.(***)
Editor : Tanya Rompas