Gorontalopost, GORONTALO – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, seiring penguatan produksi dan kebijakan pertanian yang berjalan di berbagai daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).
Amran menyebut kondisi tersebut berdampak langsung pada penguatan cadangan pangan nasional, sehingga Perum Bulog harus menambah kapasitas penyimpanan melalui gudang tambahan.
Di sisi lain, ia juga menyoroti peningkatan kesejahteraan petani yang ditandai dengan naiknya harga gabah dari sekitar Rp 5.000 menjadi minimal Rp 6.500 per kilogram.
Nilai Tukar Petani (NTP) juga tercatat berada pada level tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
“Petani kita sekarang berada pada posisi yang lebih baik. Harga gabah naik, NTP meningkat, dan kesejahteraan ikut terdorong,” ujar Amran.
Selain itu, pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk subsidi sekitar 20 persen meskipun harga pupuk global mengalami kenaikan.
Sementara itu Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail yang turut hadir menyampaikan bahwa model pertanian modern yang ditampilkan di PENAS XVII menjadi contoh nyata yang dapat direplikasi oleh daerah lain di Indonesia.
Ia menilai praktik langsung di lapangan jauh lebih efektif dibandingkan hanya teori, karena memudahkan petani memahami dan menerapkan inovasi pertanian.
“Kalau dilihat langsung di lapangan, teknologi ini sangat jelas manfaatnya dan bisa langsung diadaptasi oleh daerah lain,” ujar Gusnar.
Alumnus Pertanian Unsrat ini berharap inovasi pertanian modern tersebut dapat diadopsi secara luas untuk memperkuat produksi pangan nasional dan mendorong kemandirian pangan Indonesia.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang