Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

FK-P4S dan PERHIPTANI Manfaatkan PENAS KTNA XVII untuk Bangun SDM Pertanian Unggul dan Jejaring Nasional

Azis Manansang • Senin, 22 Juni 2026 | 10:14 WIB

 

Di Aula Gedung Guru (PGRI) Kabupaten Gorontalo, Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) menggelar Temu Profesi yang dibuka oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian.(F:DKmfo)
Di Aula Gedung Guru (PGRI) Kabupaten Gorontalo, Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) menggelar Temu Profesi yang dibuka oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian.(F:DKmfo)

Gorontalopost, LIMBOTO – Rangkaian Temu Profesi dalam Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII Tahun 2026 di Gorontalo 

menjadi panggung penting bagi penguatan sumber daya manusia pertanian sekaligus perluasan jejaring nasional antar pelaku sektor pertanian dan perikanan.

Forum yang mempertemukan berbagai organisasi profesi, akademisi, penyuluh, petani, nelayan, dan pelaku usaha itu berlangsung pada Minggu (21/6/2026) 

dengan semangat kolaborasi untuk mendukung target swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah penguatan kapasitas pelaku pertanian melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kelembagaan yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Di Aula Gedung Guru (PGRI) Kabupaten Gorontalo, Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) 

menggelar Temu Profesi yang dibuka oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian, Tedy Dirhamsyah.

Tedy menjelaskan bahwa FK-P4S selama ini menjadi salah satu kekuatan penting dalam pembangunan SDM pertanian berbasis masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, dan pengembangan usaha tani.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah di Indonesia, terdiri atas petani sukses, eksportir komoditas unggulan, 

hingga pelaku usaha yang telah berhasil mengembangkan sektor pertanian modern di wilayah masing-masing.

"Forum ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan membangun jejaring kerja sama. 

Ada bisnis matching, kemitraan dengan pihak swasta, hingga pengembangan akses pemasaran produk pertanian baik di dalam maupun luar negeri," kata Tedy.

Menurutnya, FK-P4S juga memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian 

melalui berbagai program peningkatan kompetensi, termasuk kesempatan magang ke Jepang dan Taiwan.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah Jepang telah mengakui standar pelatihan FK-P4S melalui skema Specified Skilled Worker (SSW), 

sehingga membuka peluang lebih luas bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkarier di sektor pertanian Jepang hingga tingkat manajerial.

Di sisi lain, Temu Profesi PERHIPTANI yang berlangsung di Aula Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo turut menjadi forum penting dalam merumuskan strategi pembangunan pertanian nasional.

Ketua Umum DPP PERHIPTANI, Isran Noor, menegaskan pentingnya sinergi seluruh organisasi profesi dalam mendukung target swasembada pangan.

"Melalui PENAS ini, seluruh organisasi profesi di bidang pertanian berkumpul untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam mendukung target pemerintah. 

Tantangan kita ke depan bukan hanya mempertahankan swasembada beras, tetapi bagaimana mewujudkan swasembada pangan secara menyeluruh," ujar Isran.

Ia berharap forum yang berlangsung di Gorontalo tersebut mampu menghasilkan gagasan dan kolaborasi nyata yang memperkuat sektor pertanian Indonesia agar semakin maju, mandiri, dan berdaya saing di tingkat global.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
#Penas KTNA #swasembada pangan #magang ke jepang #pertanian indonesia #sdm