Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

PENAS XVII 2026 Jadi Panggung Transformasi Pertanian, KTNA Bidik Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

Azis Manansang • Rabu, 24 Juni 2026 | 18:19 WIB

 

Ketua KNTA bersama Prsiden Prabowo dan Menteri Pertanian dalam acara puncak PENAS KTNA di Gorontalo (F;istimewa)
Ketua KNTA bersama Prsiden Prabowo dan Menteri Pertanian dalam acara puncak PENAS KTNA di Gorontalo (F;istimewa)

Gorontalopost,GORONTALO   – Penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) XVII Tahun 2026 dinilai menjadi momentum strategis 

dalam memperkuat langkah Indonesia menuju swasembada pangan sekaligus mewujudkan cita-cita sebagai lumbung pangan dunia.

Ketua Umum KTNA, HM Yadi Sofyan, menegaskan bahwa agenda nasional tersebut hadir di tengah upaya pemerintah mempercepat pembangunan sektor pangan yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Menurutnya, target besar menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat ketahanan pangan dunia 

hanya dapat dicapai melalui sinergi antara teknologi modern, investasi, serta para pelaku usaha yang bergerak langsung di sektor pertanian dan perikanan.

"Kami berharap PENAS XVII tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga melahirkan transaksi bisnis nyata dan kerja sama baru yang berdampak langsung pada produktivitas," ujarnya.

Yadi menjelaskan, perkembangan sektor pangan nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. 

Hal itu ditandai dengan meningkatnya penggunaan mekanisasi pertanian, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan varietas unggul, hilirisasi produk pangan, 

hingga tumbuhnya berbagai startup agritech yang mendukung efisiensi produksi dan distribusi.

Sementara itu, Project Manager FERACO, Ferry, mengungkapkan bahwa pameran yang menjadi bagian dari rangkaian PENAS XVII 2026 ditargetkan mampu menarik lebih dari 30 ribu pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.

"Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan kemitraan baru, memperluas akses teknologi, 

serta mendorong pertumbuhan sektor agribisnis yang lebih modern dan berdaya saing. Keberhasilan pameran bukan sekadar jumlah pengunjung, tetapi kolaborasi dan peluang usaha baru yang tercipta," ujarnya.

Berbagai agenda bisnis telah disiapkan selama pelaksanaan pameran, mulai dari business matching, temu usaha, konsultasi teknologi, hingga penjajakan kerja sama investasi yang mempertemukan pelaku industri, koperasi, lembaga pembiayaan, dan pemerintah daerah.

Berdasarkan data pendaftaran peserta dan ekshibitor, FERACO memprediksi tiga sektor utama yang akan menjadi magnet investasi selama kegiatan berlangsung. 

Sektor tersebut meliputi alat dan mesin pertanian (alsintan), teknologi pascapanen, serta layanan pembiayaan dan asuransi pertanian.

Menurut Ferry, ketiga sektor tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta ketahanan usaha petani dan nelayan di tengah tantangan pembangunan pangan nasional.

"Kami percaya sebuah pameran yang sukses bukan hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi dari seberapa besar kolaborasi, transaksi, dan peluang usaha baru yang tercipta bagi para pelaku industri. Itulah dampak nyata yang ingin diwujudkan melalui PENAS XVII 2026," tutup Ferry.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#lumbung pangan #Penas KTNA #SwasembadaPangan #dunia #teknologi pertanian