Nasaruddin Umar Dikabarkan Mundur, Kemenag Bongkar Fakta Sebenarnya Jelang Muktamar NU

Azis Manansang • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:10 WIB

 

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(F:dok)
Menteri Agama Nasaruddin Umar.(F:dok)

Gorontalopost, JOMBANG – Jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), kabar mengejutkan berembus. 

Menteri Agama Nasaruddin Umar disebut-sebut mengundurkan diri dari jabatannya dan isu itu kemudian dikaitkan dengan panasnya dinamika bursa Ketua Umum PBNU.

Spekulasi tersebut sontak menjadi perhatian karena posisi Nasaruddin berada di lingkar  pemerintahan pusat.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Biawu Gorontalo, Tiga Rumah Rusak Berat Api Berasal dari Dapur

Apalagi, kabar mundurnya Menteri Agama muncul berdekatan  dengan momentum penting bagi organisasi Nahdlatul Ulama.

Kementerian Agama akhirnya angkat suara. Staf Khusus Menteri Agama, Muhamad Ainul 

Yakin, secara tegas membantah informasi tersebut. Ia memastikan tidak ada surat 
pengunduran diri Nasaruddin Umar yang dikirimkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Ainul menilai kabar yang beredar tidak memiliki dasar dan meminta masyarakat tidak  menjadikannya sebagai fakta sebelum mendapatkan konfirmasi dari sumber resmi.

“Informasi mengenai pengunduran diri Menteri Agama kepada Presiden adalah kabar yang  tidak benar.

Tidak ada surat yang disampaikan ke Istana, sementara komunikasi dan koordinasi antara  Menteri Agama dengan Presiden tetap berjalan secara baik,” kata Ainul Yakin di Jombang,  Rabu (26/8/2026) sore.

Ia menjelaskan, Nasaruddin Umar masih aktif menjalankan tugas sebagai Menteri Agama. 

Baca Juga: Kronologi Dugaan Pemerkosaan Remaja di Gorontalo, Pengemudi Bentor Diduga Ancam Korban dengan Pisa

Tidak ditemukan adanya proses administratif maupun tindakan resmi yang mengarah pada  pengunduran dirinya.

Bantahan juga diarahkan pada narasi yang mengaitkan isu tersebut dengan perebutan kursi  Ketua Umum PBNU. Ainul menegaskan hubungan antara dua isu tersebut hanyalah  spekulasi yang tidak memiliki pijakan fakta.

“Mengaitkan isu ini dengan kontestasi menjelang Muktamar maupun bursa Ketua Umum  PBNU merupakan spekulasi yang tidak ditopang fakta.

Saat ini fokus beliau tetap menjalankan tanggung jawab sebagai Menteri Agama dan  memberikan pelayanan kepada seluruh umat beragama,” tegasnya.

Kemenag melihat isu semacam ini perlu disikapi secara hati-hati. Jika informasi yang 
belum teruji langsung dipercaya dan disebarluaskan,

bukan tidak mungkin situasi justru  berkembang menjadi kegaduhan di tengah persiapan Muktamar.

Karena itu, Ainul meminta media dan masyarakat melakukan pemeriksaan terhadap 
sumber informasi sebelum ikut menyebarkannya. Ia menekankan pentingnya menjadikan  kanal resmi Kementerian Agama sebagai rujukan.

“Kami berharap masyarakat dan media melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum  mempercayai atau menyebarkan sebuah informasi.

Rujukan utama sebaiknya berasal dari kanal resmi Kementerian Agama sehingga publik  tidak terjebak kabar yang belum jelas,” ujarnya.

Pesan khusus juga disampaikan kepada para muktamirin dan warga Nahdliyin. Menjelang  Muktamar ke-35 NU, seluruh pihak diminta tidak mudah terpancing oleh isu yang belum  terbukti kebenarannya.

Kemenag berharap seluruh rangkaian Muktamar dapat berlangsung dalam suasana aman  dan kondusif.

Perbedaan pandangan dalam forum organisasi diharapkan tetap diselesaikan  melalui musyawarah, dengan mengutamakan persatuan serta kepentingan jam'iyah dan  umat.(Mg-01).

Editor : Azis Manansang
Bursa ketua Nasaruddin Umar PBNU Menteri Agama Muktamar NU