Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Puluhan Siswi SMA Wira Bhakti Gorontalo Kabur dari Sekolah Gara-gara Dibully Seniornya

Azis Manansang • Sabtu, 11 Mei 2024 | 13:01 WIB

 

Para siswa SMA Wirakbhakti saat kabur dari sekolah. (FIst)
Para siswa SMA Wirakbhakti saat kabur dari sekolah. (FIst)

Gorontalopost,  GORONTALO - Gara-gara dibullying seniornya, puluhan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Terpadu Wira Bhakti Gorontalo kabur dari asrama sekolah.

Sikapi kejadian ini, Kepala Sekolah SMA Terpadu Wira Bhakti, Marwan Potale, mengaku telah mengambil langkah pencegahan dengan mengizinkan para siswi kembali ke orangtua atau keluarganya masing-masing.

Baca Juga: KPU Kota Gorontalo Terima Pendaftaran Dua Paslon Perseorangan

Kepsek mengaku pihak sekolah belum bisa mengambil kesimpulan terkait persoalan ini, karena para siswi masih diminta oleh orangtua mereka untuk kembali ke rumah.

"Insha Allah hari Minggu atau Senin mereka diantar kembali ke sekolah oleh orangtuanya masing-masing.

Mereka akan kami mintai keterangan untuk memastikan kejadian yang sebenarnya," ungkapnya saat dikonfirmasi.

Terkait langkah yang akan diambil, menurut Marwan akan bergantung pada proses pemeriksaan terhadap para siswi.

Baca Juga: Polisi Ringkus 11 Orang Bersama 5 Badik, Atas Tragedi Penikaman Eks Terminal Andalas

"Tapi sekolah berkomitmen untuk secepatnya menyelesaikan persoalan ini secara profesional, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang,"ungkapnya.

Adapun dikutif dari sejumlah sumber, mengungkapkan para siswi lari dari asrama sekitar pukul 02.00 WITA.

Mereka memanjat tembok pagar, lalu berjalan kaki ratusan meter, sebelum memesan jasa angkutan untuk pergi ke rumah orangtua salah satu rekannya.

"Menurut keterangan anak saya dan rekan-rekannya, mereka lari dari sekolah karena tidak tahan dengan tekanan atau perlakuan dari senior mereka," ungkap salah satu orangtua siswa, Sera, Jumat (10/5/2024).

Baca Juga: Peringatan Kenaikan Isa Almasih, Polisi Lakukan Pengamanan Di Gereja

Perlakuan yang dialami para siswi kelas 10 ini adalah kerap dihukum dengan cara duduk dengan posisi kaki dilipat ke samping dalam waktu yang lama.

Perlakuan lain yang dialami adalah, mereka diwajibkan bergerak cepat saat dipanggil atau diperintah oleh seniornya.

Bahkan karena takut melanggar batas hitungan mundur yang ditentukan senior, salah seorang siswa terjatuh dari tangga hingga mengalami cedera serius pada bagian rahang.

Baca Juga: Kembali Penikaman di Eks Terminal Andalas, RH Ditikam OTK Luka Robek di Bagian Pinggang

"Siswi tersebut akhirnya harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis," kata Sera.

Sera mengatakan, selain itu para siswi pun mengeluhkan perlakuan senior, yang sering meminta uang untuk membeli makanan.

Atas tekanan semacam itulah, kata Sera, para siswi akhirnya memutuskan bersama-sama lari dari asrama.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tunjuk Sekdaprov Sofyan Ibrahim Plh Penjabat Gubernur Gorontalo

"Kami berharap aturan yang ada di sekolah itu bisa diperbaiki, dan para senior yang terlibat dapat dibina dan dievaluasi sehingga hal ini tidak perlu terjadi," ucap Sera.

Ia menambahkan, beberapa orangtua siswi sebenarnya telah melakukan musyawarah dengan pihak sekolah di salah satu rumah yang menjadi tempat para siswi tersebut bermalam.

"Saat ini mereka belum siap untuk kembali ke sekolah dan tadi sudah bersepakat dengan pihak sekolah, bahwa mereka akan kembali ke rumah keluarga masing-masing," kata dia.
(Antho/Ant).

 

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #Wira Bhakti #kabur #dibully #puluhan siswa ditangkap #SMA