Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Peringatan Hardiknas 2026, Gubernur Gusnar Tantang Guru Tak Kalah Cerdas dari AI

Priska Watung • Senin, 4 Mei 2026 | 20:15 WIB
Ilustrasi - Kecerdasan Buatan (AI) dan pembelajaran mesin kian menyita perhatian dunia. (Mike MacKenzie/www.vpnsrus.com via flickr)
Ilustrasi - Kecerdasan Buatan (AI) dan pembelajaran mesin kian menyita perhatian dunia. (Mike MacKenzie/www.vpnsrus.com via flickr)

 Gorontalo Post - Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di halaman SMA Negeri 3 Kota Gorontalo pada Senin (4/5/2026), di mana Gubernur Gusnar Ismail menyerukan para guru untuk tidak kalah cerdas dari kecerdasan buatan (AI).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Gusnar, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, meminta momen Hardiknas ini menjadi refleksi mendalam bagi seluruh pendidik di Gorontalo. Ia menyoroti tantangan besar yang kini dihadapi para guru seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, khususnya lahirnya artificial intelligence.

"Kepada para pendidik, para guru, saya ingatkan untuk tidak kalah cerdas dengan AI. Saya ulangi lagi, para guru, para pendidik tidak bisa kalah cerdas dari AI," tegas Gusnar, sebagaimana dilansir dari Portal Berita Provinsi Gorontalo. Pernyataan ini menjadi inti pesan utama dalam peringatan Hardiknas kali ini.

Menurut Gubernur Gusnar, teknologi, termasuk kecerdasan buatan, sejatinya hanyalah alat yang dirancang untuk membantu memudahkan berbagai urusan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ia menekankan bahwa pada akhirnya, kecerdasan diri sendiri sebagai manusia yang akan menjadi penentu utama.

Ia mengingatkan agar para pendidik tidak serta merta menerima informasi dari AI tanpa proses analisis dan pemikiran kritis. "Jadi ini hati-hati, jangan ditanya, ini sumber dari mana? Artificial Intelligence Pak. Maaf, kita semua adalah manusia yang cerdas dan saya tantang, mari terus belajar untuk jangan kalah dengan AI," pintanya.

Selain fokus pada adaptasi guru terhadap teknologi AI, Gubernur Gusnar juga menyoroti isu-isu penting lainnya terkait lingkungan pendidikan. Salah satunya adalah pentingnya menjaga kebersihan sekolah, yang menurutnya harus dimulai dari fasilitas dasar seperti toilet.

Gusnar juga secara tegas meminta agar perundungan atau bullying di lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab serius bagi kepala sekolah dan seluruh guru. Ia menekankan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi setiap siswa untuk belajar dan berkembang.

Pada peringatan Hardiknas 2026 itu pula, Gubernur Gusnar didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) secara resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun pelajaran 2026/2027.

Sistem penerimaan siswa baru ini berlaku untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Gorontalo. Proses SPMB dijadwalkan akan berlangsung mulai hari ini, Senin (4/5/2026), hingga tanggal 10 Juni 2026, dengan pengumuman kelulusan yang akan disampaikan pada 25 Juni mendatang.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Gorontalo ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga momentum untuk menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pesan Gubernur Gusnar diharapkan memotivasi para pendidik untuk terus berinovasi dan adaptif menghadapi tantangan zaman.

Sumber: Portal Berita Provinsi Gorontalo

Editor : Priska Watung
#Hardiknas 2026 #ai #Guru #Gubernur Gusnar Ismail #kecerdasan buatan