Gorontalopost.id GORONTALO – Dua aksi demo Pohuwato batal digelar. Jika sebelumnya aksi Demonstrasi yang disebut demo penambang Pohuwato Jilid 2 yang akan digelar Selasa (26/09/23).
Kini terbaru oleh BEM se-Provinsi Gorontalo yang sedianya dilaksanakan Rabu (27/09/23) ikut juga dibatalkan.
Baca Juga: Blok Pani Pohuwato jadi Rebutan, Mengandung 6,63 Juta Ons Emas
Dari pantauan, sejak pukul 10.00 hingga pukul 15.00 Wita titik lokasi yang direncanakan perlimaan Kota Gorontalo tampak sepi bahkan tak ada pasukan pengaman.
Diketahui sebelumnya beberapa flyer yang tersebar di pesan whatsapp memperlihatkan sedikitnya lima BEM di Provinsi Gorontalo akan menggelar aksi.
Lima BEM tersebut antaranya BEM IAIN Sultan Amai Gorontalo, BEM Ichsan Gorontalo, BEM Unbita Gorontalo, BEM Universitas Bina Mandiri Gorontalo serta BEM Universitas Muhammadiyah Gorontalo.
Baca Juga: KPU Pastikan Hamim Pou Bupati Bone Bolango Hingga 3 November 2023
Adapun tuntutan yang dilayangkan oleh Aksi Aliansi BEM se-Provinsi Gorontalo menggugat untuk membebaskan massa aksi dan masyarakat yang ditangkap oleh pihak kepolisian atas aksi demonstrasi yang terjadi di Kabupaten Pohuwato.
Selain itu pula beberapa tuntutan lain yaitu pencopotan Kapolda Gorontalo, Kapolres Pohuwato, Pencopotan Bupati Pohuwato dan Pencopotan Penjagub Gorontalo.
Namun tersiar kabar aksi tersebut batal digelar. Koordinator lapangan Dandi Tuadingo tak mengatakan secara rinci alasan pembatalan.
Baca Juga: Stabilitas Menjadi Penentu Masuknya Investasi, Kadin Komit Dorong Investasi di Sulawesi
“Kita sementara audiensi, karena beberapa pertimbangan terhadap situasi lapangan, Insya Allah kita akan melakukan konferensi pers,” jelas dia dilansir sejumlah media daring.
Sementara sebelumnya aksi yang mengambil star di lapangan Buntulia dengan tuntutan meminta pembebasan pelaku aksi yang ditahan apatrat kepolisian ikut juga batal.
Yang muncul di media soail justru surat pernyataan yang berisi pengunduran diri tiga koordinator lapangan demo penambang di Kabupaten Pohuwato 26-30 September 2023.
Baca Juga: Amalan-amalan Sunnah Memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW
Dilansir sejumlah media, salah satu Korlap, Ropin Bagi membenarkan pengunduran dirinya sebagai Korlap pada aksi tersebut.
“Ya saya memang mengundurkan diri dan tidak akan mengikuti aksi, soal kelanjutan aksi saya belum tahu, nanti akan saya tanyakan,” ucap Ropin, Selasa (26/09/23).
“Saya akan fokus ke jalur diplomasi, karena aksi dan diplomasi perlu dilakukan beriringan, tidak boleh hanya satu,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, hal itu penting untuk memperkuat aspirasi yang akan disampaikan nantinya, dan semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat penambang.(Hld/Trib/mg-02).
Editor : Azis Manansang