Gorontalopost.Id, PAGUAT - Kasus penganiyaan yang dilakukan orang tua siswa terhadap guru SDN 13 Paguat, Kabupaten Pohuwato berbuntut panjang.
Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 13 Paguat, Rony Us Yunus melaporkan kasus ini ke Polsek Paguat. Beberapa guru bahkan memberitakan kesaksian penganiayaan tersebut.
Baca Juga: Balihonya Ditertibkan Bawaslu Ketua DPRD Kota Mengamuk
"Saat ini kami guru-guru telah berada di Polsek Paguat untuk dimintai keterangan," ungkap Rony saat dikonfirmasi via telepon, kemarin.
Menurut Rony, pihaknya sangat mengharapkan polisi mampu menangani kasus ini dengan baik. Ia pun setelah melaporkan kasus itu ke polisi, tinggal menunggu hasil yang baik.
Baca Juga: Barang Bukti 888,5 Liter Miras Diserahkan Dit Narkoba ke Dit Tahti Polda Gorontalo
Sebagai kepala sekolah, ia menyayangkan aksi yang dilakukan orang tua siswa tersebut. Sebab, guru mestinya tidak bisa disakiti, apalagi oleh orang tua.
Sebab, guru adalah pengganti orang tua di sekolah. Mereka ikhlas mengajar anak dari orang tua tersebut.
"Kami menunggu semua hasil dari kejadian ini yang tak seharusnya dilakukan oleh orang tua siswa kepada gurunya," tandasnya.
Baca Juga: DPM-PTSP Kabupaten Gorontalo Jemput Bola Layanan Pengurusan Izin Usaha
Adapun korban Nidya Mbuinga yang menjadi korban penganiayaan itu, diberikan waktu beberapa hari untuk beristirahat di rumah.
Sebab, Nidya yang kerap disapa Rena itu, masih shock atas apa yang ia alami. Sebab, ia mendapat perlakuan kasar dari orang tua siswa tersebut.
Baca Juga: Pimpin Apel Awal Bulan Pj.Sekda Boalemo Tekan Etos Kerja ASN
Adapun kejadian ini yang terjadi Selasa (07/11/23), menurut sejumlah sumber dipicu adanya saling ledek antara siswa.
Staf Guru SDN 13 Paguat, Indrawati Hasan (54) yang hadir pada kejadian tersebut, mengungkapkan. Kejadian bermula ketika anak terduga pelaku berinisial SM (12) saling ledek dengan 2 teman sekelasnya. (Ilu/Rahman).
Editor : Azis Manansang